Paska Bom di Makassar, Pengamanan Gereja di Garut dan Maros Diperketat

Bayu Nugraha, Diki Hidayat (Garut) , Irfan ,
·Bacaan 2 menit

VIVA – Paska ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar, Kepolisian Resor Maros merespon cepat dengan melakukan siaga satu dengan mengamankan seluruh gereja dan objek viral di Kabupaten Maros.

Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk meningkatkan pengamanan. Apalagi Maros merupakan daerah tetangga dengan Makassar.

“Pasca ledakan bom, saya langsung menginstruksikan kepada seluruh personel untuk meningkatkan pengamanan markas dan gereja yang ada di wilayah Maros," ujarnya.

Mulai sore tadi, personel Polres Maros langsung dikerahkan dan disebar melakukan penjagaa di seluruh gereja yang ada di Kabupaten Maros.

“Sebanyak satu regu personel bersenjata lengkap kami siagakan untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja di Kabupaten Maros, tak terkecuali pengamanan Mako Polres Maros dan Polsek jajarannya," kata Musa.

Kapolres Maros juga mengimbau masyarakat Maros l agar tidak terprovokasi atau takut terhadap aksi terorisme yang terjadi di Makassar.

“Kami juga menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi terhadap isu yang berkembang serta takut berlebihan pasca ledakan bom di Makassar," tutur Musa.

Pengamanan Gereja di Garut

Polres Garut Jawa Barat, mengimbau masyarakat Kabupaten khususnya untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Benny Cahyono mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli dan pengecekan ke tempat sarana ibadah, khsusunya gereja yang ada di Kabupaten Garut.

"Masyarakat kami minta untuk tetap tenang namun waspada, kamipun langsung melakukan berbagai upaya kewaspadaan terutama di tempat sarana ibadah," ujarnya.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Gegana Brimob Polda Jabar untuk melakukan sterilisasi geraja yang akan digunakan untuk beribadah.

"Kami antisipasi dengan melakukan sterilisasi sarana ibadah terutama gereja di Garut,” ungkap Adi.

Sementara itu sebelumnya, sebuah bom bunuh diri meledak didepan gereja Katedral Makasar Minggu pagi tadi peristiwa tersebut terjadi di sela pelaksanaan ibadah Misa Minggu Palma.

Polisi menyebut ada dua terduga pelaku. Satu dapat dikenali, dan satu lagi kondisi tubuhnya hancur. Namun, aksi pelaku sebelumnya dapat dicegah oleh pihak keamanan gereja, sehingga tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat.

Baca juga: Usai Bom Makassar, Pengamanan Gereja dan Pelabuhan di Jambi Diperketat