Pasokan Gas Oksigen di Kota Bogor Langka Imbas Lonjakan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bogor - Kota Bogor, Jawa Barat mengalami kelangkaan pasokan gas oksigen. Kondisi ini imbas meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 yang membutuhkan gas oksigen untuk membantu pernapasan.

Dari beberapa depot gas oksigen di Kota Bogor, seperti di Jalan Raya Otista, Jalan Kebon Pedes, Jalan Raya Semplak, dan Jalan Lawanggintung, pasokannya dari agen gas di Jakarta berkurang.

Sebagaimana dilansir Antara, Minggu (4/7/2021), pemilik sebuah depot gas oksigen di Jalan Lawanggintung, Bogor Selatan, Indri mengatakan bahwa kelangkaan pasokan gas oksigen di Kota Bogor sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

Menurut dia, biasanya ia bisa menjual gas oksigen rata-rata sekitar 180 m3 per hari, yakni 30 tabung besar dengan kapasitas 6 m3 atau dengan tabung berukuran lebih kecil dengan kapasitas 2 m3.

Namun sejak sepekan terakhir, pasokan gas oksigen dari agennya di Manggarai, Jakarta Selatan berkurang, sehingga volume penjualannya pun turun.

"Biasanya kami dipasok gas oksigen sekitar 25-30 tabung gas besar berukuran 6 m3, tapi sejak sepekan terakhir pasokan berkurang menjadi sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3," katanya.

Pasokan Oksigen untuk Kebutuhan Non-Medis Dihentikan

Pekerja mengisi tabung oksigen di tempat pengisian Oxygen Medical di Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pekerja mengisi tabung oksigen di tempat pengisian Oxygen Medical di Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Indri, pasokan gas yang terbatas itu diutamakan untuk kebutuhan perorangan dan rumah sakit. Sedangkan untuk kebutuhan bengkel las dan pekerjaan proyek dihentikan sementara.

"Kebutuhan perorangan biasanya dimanfaatkan untuk membantu pernafasan pasien Covid-19," katanya.

Dia menjelaskan, dari sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3 atau 60 m3, dibagi-bagi ke tabung berukuran kecil untuk melayani masyarakat yang mengisi ulang gas oksigen pada tabung kecil yakni berukuran, 2 m3, 1,5 m3, dan 1 m3, untuk kebutuhan per orangan.

Isi ulang gas oksigen untuk tabung berukuran 2 m3 Rp 55.000, tabung 1,5 m3 Rp 45.000, dan tabung 1 m3 Rp 35.000.

"Pembelinya ramai sekali tapi karena stoknya terbatas sehingga kami melayani siapa yang duluan membeli. Hanya sebentar saja, penjualannya sudah habis," katanya.

Indri menceritakan, bahkan ada pegawai dari rumah sakit juga mencari gas oksigen ke depotnya, karena kebutuhan di rumah sakit tersebut berkurang.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel