Password Akun Twitter Donald Trump Dibobol Orang Belanda

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang peneliti keamanan asal Belanda, Victor Gevers, mengklaim berhasil membobol akun Twitter Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu. Kacaunya, ia mendapat password akun media sosial berlogo burung biru ini dengan hanya menebak dan berhasil dalam upaya kelima.

Melansir situs Techcrunch, Sabtu, 24 Oktober 2020, kata sandi yang berhasil ditebak Gevers adalah maga2020! Namun ternyata password itu punya cerita sendiri bagi peneliti keamanan siber tersebut.

Baca: Twitter Berani Acak-acak Donald Trump

Empat tahun lalu, akun Twitter Trump juga berhasil diretas oleh Gevers dan dua rekannya. Mereka menggunakan ungkapan yang kerap diucapkan pada acara The Aprrentice, youarefired, dan ternyata dapat membuka akun itu.

Gevers langsung mengontak otoritas di Belanda dan juga memberikan saran untuk meningkatkan keamanan akun Trump. Ternyata salah satu password yang disarankan saat itu adalah maga2020!, kata yang sama untuk membobol akun Twitter tersebut pekan lalu.

Ia mengaku tidak menyangka jika salah satu password nya digunakan dan dapat membuka akun Trump bertahun-tahun kemudian. Selain bisa menebak kata sandi pekan lalu, Gevers juga menemukan jika akun itu tidak dilindungi autentikasi dua faktor.

Tanpa perlindungan berlapis, ia dengan leluasa dapat mengakses ke akun Twitter orang nomor satu di Amerika Serikat (AS). Setelah berhasil masuk, Gevers langsung mengirim email ke US-CERT, divisi unit cyber Homeland Security dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) untuk mengabarkan kerentanan tersebut.

Gevers juga menyatakan password akun tak lama setelahnya segera diganti. Namun, klaim Gevers itu dibantah Twitter dan Gedung Putih. Juru Bicara Twitter, Ian Plunkett, mengatakan tidak memiliki bukti kebenaran informasi itu.

Menurutnya, Twitter terus melakukan langkah-langkah keamanan pada grup akun profil tinggi, terkait pemilu AS, termasuk pemerintah federal.

Akun Trump juga dikatakan telah diamankan menggunakan proteksi tambahan setelah dirinya menjadi presiden. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Judd Deere, menyebut jika informasi Gevers sama sekali tidak benar.