Pasti Senang! Peritel Ini Tambah Gaji ke 565 Ribu Pekerja

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Walmart menaikan gaji karyawan toko yang sebanyak 564 ribu sebesar USD 1 dolar atau Rp 14.238 per satu jam.

Kenaikan gaji ini diumumkan perusahaan yang menyebutkan jika pekerja toko frontend, makanan, dan barang dagangan akan mengalami kenaikan gaji.

“Kebijakan kenaikan gaji tersebut akan diberlakukan pada 25 September 2021 ini,” ujar CEO Walmart AS John Furner, seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/9/2021).

Tujuan adanya aturan baru ini ingin membantu pekerja yang terdampak COVID-19 agar dapat menerima upah yang lebih besar mengingat banyak kasus pengangguran hingga minimnya penghasilan yang didapatkan saat situasi seperti ini.

Adapun Furner mencatat dalam daftarnya bahwa kenaikan gaji yang dilakukan menjadi yang ketiga kalinya dalam 12 bulan pertama.

“Selama satu tahun terakhir, kami telah menaikkan gaji sekitar 1,2 juta per jam di toko-toko kami yang sudah tersebar di seluruh wilayah AS,” tambah Furner.

Upaya tersebut ternyata mampu meningkatkan upah rata-rata per jam pekerja toko di AS sebanyak USD 16,40 atau setara dengan Rp 233.513. Rata-rata gaji pekerja Walmart saat ini senilai USD 15,25 atau Rp 217.138.

Doug McMillon selaku CEO Walmart mengatakan pada Februari 2021, perusahaan telah meningkatkan upah lebih awal sekitar 50 persen sejak 2015.

Kemudian, pada Maret 2021 lalu, perusahaan menaikan gaji untuk 425 ribu pekerja toko yang termasuk dalam kelompok digital dan perinvestasian.

Sementara itu, September 2021, Walmart mengumumkan kenaikan gaji pada 165 ribu pekerja dengan tujuan memperkenalkan pelatihan keterampilan dan kerja baru. Sekarang, perusahaan pengecer terbesar ini memiliki 1,5 juta karyawan di AS dengan lebih dari 5 ribu toko.

Upaya Mendorong Kesejahteraan Karyawan AS

Karyawan Walmart (Foto: Reuters)
Karyawan Walmart (Foto: Reuters)

Bantuan lain yang ingin diberikan Juli lalu telah berfokus pada sekelompok anak muda yang masih mengenyam pendidikan dengan membayar biaya kuliah dan buku untuk pekerja paruh waktu dan full time.

Sama seperti perusahaan pengecer lainnya, Walmart memang terdampak krisis ekonomi global akibat pandemi COVID-19 karena adanya kenaikan harga dari pasokan makanan sehingga berdampak pada ekonomi global.

“Kami terus melihat adanya sedikit inflasi dibanding biasanya. Namun, pedagang kami bekerja dengan pemasok dan memantau harga agar tetap rendah sehingga mempengaruhi margin perusahaan,” jelas Chief Financial Officer Walmart Brett Biggs.

Sistem dan model bisnis tersebut yang membuat perusahaan ini mampu berkembang. Kenaikan ini ternyata sejalan dengan aturan pemerintah sehingga membuat perusahaan pengecer lain turut menaikan upah pekerja mereka sesuai dengan undang-undang federal.

Tak hanya itu, Presiden AS Joe Biden pun baru-baru ini mengumumkan rencana peningkatan upah bagi pekerja federal. Hal tersebut terjadi ketika banyak warga AS membutuhkan gaji yang lebih besar untuk menghadapi kenaikan harga dan tekanan inflasi.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel