Pastikan Masyarakat Terlindungi di Pasar, Pemkot Bandung Terapkan PeduliLindungi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung memastikan pasar rakyat dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19 sehingga dapat menggerakan ekonomi. Oleh karena itu, penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bakal dilakukan untuk para pengunjung pasar tradisional.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, penerapan aplikasi PeduliLindingi tersebut dilakukan secara bertahap.

"Saya kira tidak ada yang tidak memungkinkan. Kita bisa laksanakan secara bertahap," ujarnya di Bandung, Sabtu (2/10/2021).

Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan mendorong penerapan aplikasi PeduliLindungi di seluruh pasar tradisional di Indonesia. Namun kebanyakan masyarakat menilai pasar tradisional kurang efektif untuk menerapkan hal tersebut.

Menurut Oded, penerapan aplikasi PeduliLindungi akan dilakukan bertahap di sejumlah tempat di Kota Bandung. Terkait pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan karakteristik pasar tersebut.

"Pasar dengan mal itu berbeda, ini harus ada kajiannya. Kalau instruksi dari pemerintah pusat harus laksanakan ya laksanakan," ujarnya.

Sedangkan perkantoran di lingkungan Pemkot Bandung, menurutnya tidak terlalu diperlukan karena yang datang ke kantor adalah orang-orang yang sama. Namun berbeda jika kantor itu melayani publik, seperti kantor kecamatan yang sering didatangi masyarakat.

"Kalau ke kantor kecamatan harus, tidak apa-apa. Karena kecamatan banyak warga yang datang, kalau kantor kan itu-itu saja orangnya," cetusnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi Covid-19, Oded mengaku target vaksinasi dengan 1.952.358 sasaran di Kota Bandung bisa terpenuhi pada Desember 2021 mendatang.

Oded mengatakan, hingga awal Oktober 2021 ini capaian vaksinasi di Kota Bandung sudah menyentuh 87 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua mencapai 57 persen.

"Sebelumnya kita terkendala di ketersediaan vaksin. Karena untuk tim vaksinator sudah siap, mudah-mudahan kalau lancar ketersediaan vaksinnya kita bisa menggenjot," tuturnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel