Pastor Hong Kong bantu pengunjuk rasa dengan doa dan cairan garam

Hong Kong (Reuters) - Mengenakan salib dan kerah kepastoran, seorang pastor Hong Kong Alan Keung mengatakan ia membawa kasih Tuhan kepada massa dengan cara yang berbeda akhir-akhir ini, yaitu menggunakan cairan garam untuk membersihkan gas air mata yang ditembakkan ke kerumunan pengunjuk rasa di jalan-jalan yang penuh gejolak, atau membantu polisi yang terluka.

Aksi demonstrasi anti-pemerintah selama lima bulan telah mengumpulkan penduduk Hong Kong dari semua lapisan masyarakat ke dalam protes yang sering disertai kekerasan. Keung adalah salah satu pastor yang menawarkan perawatan dan doa untuk semua yang membutuhkannya.

(Klik https://reut.rs/37glOiN untuk melihat foto Keung.)

Mengenakan helm hitam yang bertuliskan "Pastor" dalam bahasa Inggris dan China, pria berusia 28 tahun ini adalah salah satu dari sekelompok petugas medis sukarela yang membantu orang-orang menghilangkan jejak gas air mata dari wajah mereka, dan membantu menghilangkan rasa sakit.

"Misi saya adalah untuk membawa cinta Tuhan kepada orang banyak," katanya. "Agar mereka tahu bahwa ada seorang pastor yang bersedia untuk bersama dengan mereka semua."

Di tengah-tengah semburan gas air mata, Keung berlarian di trotoar di kota yang dikuasai China itu, menawarkan larutan garam dari botol plastik besar kepada pengunjuk rasa atau pejalan kaki.

"Kadang-kadang kita bahkan akan membantu petugas polisi yang terluka yang membutuhkan bantuan kita," katanya. Pada bulan Juli, kelompoknya mengepung petugas polisi untuk melindungi mereka dari penumpang yang marah setelah serangan oleh orang-orang berpakaian putih di stasiun kereta.

Para pengunjuk rasa marah pada apa yang mereka lihat sebagai aksi kebrutalan polisi dan campur tangan oleh Beijing dalam kebebasan yang dijamin di bawah formula "satu negara, dua sistem" yang diadopsi ketika bekas koloni Inggris itu kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Keung telah menjadi pastor selama tujuh tahun dan kongregasinya yang terdiri atas sekitar 30 orang kebanyakan terdiri atas kaum muda di Misi Kristennya, di sebuah lingkungan di barat laut wilayah itu.

Rambut kusut yang tampak lekat di dahinya dan kacamata berbingkai bulat memberikan Keung penampilan laiknya seorang remaja, tetapi ia tampak teguh saat menawarkan dukungan pada demonstrasi, di mana ia memegang tangan pengunjuk rasa untuk mengucapkan doa pendek.

"Saya bukan seseorang yang hanya tinggal di gereja dan berbicara tentang kemanusiaan, keadilan dan moralitas, dan mengabaikan apa yang terjadi di garis depan," katanya.

"Ini bukan yang ingin saya lakukan. Saya ingin menunjukkan kebersamaan saya dengan rekan-rekan saya di garis depan dan berada di tengah orang banyak ketika saya dibutuhkan."

Keung mengatakan bahwa dia telah mengaitkan beberapa pelajaran yang dia dapat dari protes dalam khotbahnya.

"Jangan merasa Anda bukan bagian dari ini," katanya pada pertemuan gereja baru-baru ini, ketika anak-anak berseragam mendengarkan dengan mata terbelalak. "Anda masing-masing adalah masa depan Hong Kong dan dunia. Anda masing-masing terlibat."