Pasukan Elite Kostrad TNI Berhasil Pulihkan Kota Mati Basis Teror OPM

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada kabar gembira dari pedalaman Papua, pasukan elite tempur Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara perlahan berhasil menstabilkan situasi keamanan di zona kematian kelompok separatis bersenjata OPM di Intanjaya.

Sebelumnya Kabupaten Jaya merupakan daerah paling berbahaya dan sudah banyak darah tumpah dan nyawa melayang akibat kekejaman kelompok OPM. Korban tak cuma masyarakat sipil, tapi para prajurit TNI.

Namun kini, situasi di Kabupaten Intanjaya jauh berbeda. Keputusan TNI untuk mengerahkan pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha, Divisi II Kostrad untuk menciptakan kedamaian dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Penyangga Mobile RI-Papua Nugini, ternyata tepat.

Bagaimana tidak, sejak kedatangan pasukan Yonif PR 501/BY, secara perlahan wilayah yang sebelumnya mengerikan bagai sebuah kota mati, kini sudah berhasil dipulihkan kembali.

Intanjaya kini berubah total, masyarakat mulai dapat beraktivitas normal seiring kian kondusifnya situasi keamanan. Roda pemerintahan dan perekonomian juga sudah bergeliat,

"Kehadiran dari bapak-bapak TNI di sini keadaan yang sebelumnya kurang kondusif menjadi lebih aman dan penuh dengan suasana kedamaian," kata Agus Sani, salah satu tokoh masyarakat Intanjaya dilansir 2021 dari siaran resmi yang diterima VIVA Militer Jumat 2 Juli 2 dari Yonif PR 501/BY.

Menurut Agus Sani, tadinya terjadi pengungsian besar-besaran. Masyarakat Intanjaya banyak yang terpaksa pindah ke daerah lain agar terhindar dari kekejaman dan kebrutalan OPM.

"Masyarakat yang sebelumnya pergi ke tempat yang lebih aman di daerah Nabire dan Timika sudah kembali dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, dengan keberadaan bapak-bapak TNI di kampung kami, kami lebih merasa aman dan nyaman serta aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal," ujarnya.

Lalu apa sebenarnya yang telah dilakukan prajurit-prajurit TNI dari Yonif PR 501/BY sehingga hanya dalam hitungan beberapa bulan sejak diberangkatkan menuju ke Papua, pasukan elite baret hijau ini mampu membangkitkan kembali Intanjaya yang selama ini lumpuh akibat teror OPM?.

Komandan Satgas Pamtas Penyangga Mobile RI-PNG, Yonif PR 501/BY, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Arfa Yudha Prasetya menuturkan, kunci utama dari penciptaan kedamaian di Intanjaya ialah pendekatan sosial kepada masyarakat.

Jadi sejak menginjakkan kaki di Kabupaten Intanjaya, prajurit Yonif PR 501/BY langsung melaksanakan dialog-dialog dengan tokoh dan masyarakat setempat. Dari situlah prajurit TNI tahu apa yang menjadi masalah selama ini serta solusinya.

Selain terus menggencarkan dialog, prajurit TNI juga gencar melaksanakan kegiatan sosial. Di saat bersamaan, TNI dan masyarakat secara bersama-sama mengetatkan keamanan dengan menggelar sweeping-sweeping rutin guna mencegah masuknya kelompok bersenjata OPM.

Untuk diketahui, batalyon yang berada di bawah komando Brigade Infanteri (Brigif) Lintas Udara 18/Trisula Kostrad ini dikerahkan ke Papua sejak awal Februari 2021, pasukan diterbangkan ke Papua dengan menggunakan tiga pesawat angkut Hercules dari Landasan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Baca: TNI Mau Kerahkan 2 Batalyon Pasukan Tempur Diponegoro ke Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel