Pasukan Elite Kostrad TNI Penembak Mati OPM Keluar Rimba Papua

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ada kabar gembira datang dari markas militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI, Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma telah keluar dari rimba Papua dan kembali di markas komando.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, Senin 25 Januari 2021, pasukan Yonif Para Raider 330/Tri Dharma kembali ke markas setelah menuntaskan tugas mereka sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Penyangga Mobile RI-Papua Nugini.

Yonif yang berada di bawah komando Brigade Infanteri Para Raider 17/Kujang I dan Divisi Infanteri 1/Kostrad ini sebelumnya dikerahkan ke wilayah perbatasan RI-PNG yang terkenal berbahaya karena menjadi salah satu basis terkuat kelompok separatis OPM Papua, yakni di sekitar wilayah Nduga.

Yonif Para Raider 330/TD diberangkatkan pada Juni 2020, tugas pokok mereka adalah sebagai Satgas Pamtas Penyangga Mobile terhadap Satgas Pamtas Mobile RI-PNG, Yonif Para Raider 305/Tengkorak.

Selama berada di wilayah penugasan di Papua, pasukan Yonif Para Raider 330/TD sangat ditakuti OPM. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Yonif Para Para Raider 330/TD melumpuhkan dan menembak mati dua anggota OPM di Nduga.

Kedua anggota OPM yang diketahui anak buah Egianus Kogoya tewas dalam sebuah operasi penyergapan. Ketika itu kedua anggota OPM sedang melakukan transaksi senjata di Distrik Kenyaam. Peristiwa itu terjadi pada 18 Juli 2020.

Yonif Para Raider 330/TD bukan batalyon biasa. Mereka merupakan pasukan infanteri lintas udara yang telah banyak makan asam garam di medan operasi peperangan. Yonif ini pernah dilibatkan menumpas pemberontak seperti DI/TII, Permesta, PKI dan GAM.

Baca: TNI Kerahkan 3 Batalyon Pasukan Tempur Tembus Selatan Papua