Pasukan Iran di Suriah dan Libanon Jadi Target Serangan Militer Israel

Rifki Arsilan

VIVA – Tidak ada kata takut bagi Israel dalam menghadapi kekuatan militer Iran di Timur Tengah. Hal itu ditegaskan oleh Komandan Angkatan Udara Israel (IAF), Jenderal Aluf Amikam Norkin dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan oleh media nasional Israel pada hari Senin, 8 Juni 2020.

Norkin mengatakan, bahwa Angkatan Udara Israel baru-baru ini telah melakukan serangan udara yang khusus untuk menargetkan pasukan Iran di dua negara sekaligus, yaitu di Suriah dan Libanon. 

"Iran adalah target serangan itu. (Serangan udara Israel) bertujuan untuk menghalangi kemampuan strategis Iran di wilayah itu (Suriah dan Libanon)," kata Amiram Norkin dikutip Viva Militer dari Al-Masdar News, Selasa, 9 Juni 2020.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait dengan serangan yang dilontarkan oleh Israel di dua negara tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khomaeni secara terbuka mengatakan akan memerangi Israel di seluruh penjuru dunia. Bahkan, Khomaeni menegaskan bahwa Iran akan mendukung negara atau kelompok manapun yang berperang melawan Israel.

"Kami akan membantu dan mendukung negara atau kelompok mana pun, di mana pun yang menentang dan melawan entitas zionis (Israel), dan kami tidak akan ragu untuk mengatakan itu," tegas Ayatullah Khomaeni.

Pernyataan pedas pemimpin Syiah itu pun sempat membuat berang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu menyatakan, ancaman Khomaeni terhadap Israel itu telah mengingatkannya pada rencana untuk memusnahkan orang-orang Yahudi di Israel. Dengan demikian, Netanyahu menegaskan, pihaknya akan siap menghadapi ancaman itu dengan resiko kehancuran sekali pun.

"Dia harus tahu bahwa setiap rezim yang mengancam Israel dengan kehancuran, dia akan berhadapan dengan resiko yang sama," tegas Netanyahu.