Pasukan Khusus Pengawal Menteri Latihan Militer di Pusdiklat Kopassus

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasukan Detasemen Kawal Khusus Kementerian RI saat ini tengah melakukan latihan militer selama 40 hari di Pusat Pendidikan dan Latihan Kopassus (Pusdiklatsus), Batujajar, Jawa Barat.

Ada yang menarik dalam sesi latihan yang digelar sejak tanggal 27 Januari 2021 lalu. Dalam kegiatan latihan yang digelar selama 40 hari itu pasukan khusus pengawal menteri mendapat kesempatan menggunakan senjata serbu terbaru buatan PT Pindad.

Ya, kali ini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal sebagai perusahaan pembuat senjata tempur itu melakukan ujicoba senjata serbunya kepada pasukan khusus pengawal menteri atau yang dikenal dengan Detasemen Kawal Khusus Kementerian Republik Indonesia. Senjata yang diuji coba ada dua jenis, yaitu senjata serbu jenis SS2-V5 A1 dan pistol G2 Combat.

Dikutip VIVA Militer dari keterangan resmi PT Pindad, Senjata SS2-V5 A1 yang digunakan dalam uji coba oleh pasukan pengawal menteri itu merupakan salah satu varian SS2 terbaru.

Senjata Serbu SS2-V5 A1 adalah senjata lars panjang yang memiliki desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki beban yang lebih ringan, dan dapat menambah kenyamanan pengguna.

"SS2-V5 A1 ini merupakan versi terbaru dari SS2-V5, dimana desain yang paling kontras terdapat pada popor lipat SS2-V5 yang diganti menjadi popor dengan model teleskopik," kata Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, Senin, 1 Februari 2021.

Dia menambahkan, Senjata serbu SS2 varian terbarunya itu hadir untuk memenuhi kebutuhan operasi pada aspek kecepatan tembakan dan bidikan, dilengkapi dengan fasilitas picatiny rail baik pada bagian samping maupun atas yang berfungsi untuk lasser point maupun senter.

"Ini efektif untuk pertempuran dalam ruangan yang minim cahaya," ujarnya.

Sebelumnya, senjata serbu SS2-V5 A1 buatan dalam negeri itu juga pernah di uji coba oleh pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider 411 Kostrad. Pasukan tempur TNI AD yang berada di bawah komando Kodam IV/Diponegoro itu pernah melakukan uji coba SS2-V5 pada januari lalu selama tiga hari.

Danyonif Mekanis Raider 411 Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya pun menyampaikan rasa bangga dengan senjata serbu buatan PT Pindad tersebut. Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, senjata serbu SS2-V5 A1 itu sangat efektif digunakan dalam Pertempuran Jarak Dekat (PJD) karena senjata serbu yang memiliki munisi kaliber 5.56 mm itu efektif untuk digunakan dengan jarak 200 meter.

Baca juga: Panglima Tunjuk Letjen Ganip Jadi Kasum TNI Gantikan Muhammad Herindra