Pasukan Kucing Hitam Raider 509 Kostrad Gelar Latihan Pendaki Serbu

·Bacaan 2 menit

VIVA – Setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat diwajibkan memiliki kemampuan dalam menjalankan operasi perang di berbagai medan. Termasuk ketika mereka harus ditugaskan untuk menghadapi musuh yang berada di dataran tinggi seperti wilayah perbukitan.

Menaklukan musuh yang berada di wilayah perbukitan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu TNI memiliki cara tersendiri dalam mendidik dan melatih setiap prajurit tempurnya untuk menaklukan musuh di wilayah perbukitan yang terjal sekalipun.

Seperti halnya yang saat ini tengah dilakukan oleh prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/Balawara Yudha Kostrad. Prajurit tempur 'Kucing Hitam Condromowo' Kostrad TNI Angkatan Darat yang bermarkas di Jember, Jawa Timur itu kini tengah menggelar latihan Pendaki Serbu (Dakibu) yang diikuti oleh sejumlah prajurit pilihan Raider TNI AD di Gunung Kidul Pakusari, Jember.

Komandan Yonif Raider 509 Kostrad Letkol Inf Syafrinaldi menjelaskan, latihan Pendaki Serbu (Dakibu) yang dilaksanakan oleh prajurit Yonif Raider 509/BY Kostrad itu dilakukan dalam rangka membina dan mengasah kemampuan tempur prajurit Kucing Hitam Condromoro.

Dia menambahkan, para peserta latihan diambil dari masing-masing satuan jajaran tingkat Brigif Raider 9 Kostrad. Sebelum mengikuti latihan, lanjut Danyonif Raider 509 Kostrad, para prajurit harus memenuhi syarat seperti lulus dari tes kesehatan dan kesegaran jasmani. Latihan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan para prajurit sudah memahami materi yang sudah diberikan pelatih atau instruktur.

"Selaku Komandan Yonif Raider 509 Kostrad saya berharap prajurit selalu siap dalam melaksanakan tugas di medan yang sulit dilalui seperti bukit dan dataran tinggi yang tidak mungkin orang biasa untuk melakukannya," kata Danyonif Raider 509 Kostrad, Letkol Inf Syafrinaldi, Senin, 30 Agustus 2021.

Dalam latihan yang akan digelar selama tiga hari itu, lanjut Letkol Syafrinaldi, para prajurit tempur Kostrad akan mengikuti pelatihan meliputi materi kelas dan aplikasi di lapangan. Dalam materi kelas setiap prajurit harus mampu dan mahir dalam membuat tali simpul yang akan digunakan dalam aplikasi nantinya.

Sebelum melaksanakan aplikasi dilapangan, lanjutnya, para prajurit terlebih dahulu akan melaksanan sejumlah pemanasan. Pemanasan yang terdiri dari penguatan tangan seperti Push Up, penguatan jari-jari dan dilanjutkan dengan penguataan otot perut dan otot paha.

“Lettu Inf Mukmin Ali Kusumah selaku penanggung jawab pelatihan ini selalu menghimbau agar setiap kegiatan aplikasi selalu mengutamakan faktor keamanan dan mampu mengaplikasikan materi yang telah dilatihkan. Karena latihan yang berhasil adalah latihan yang menghasilkan prajurit cekatan tanpa menimbulkan kerugian baik personel maupun materil,” ujarnya.

Baca: Gara-gara Prajurit Kopassus, Bagas Kini Bisa Ikut Sekolah di Banten

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel