Pasukan Raider 413/Kostrad TNI Gelar Patroli di Dekat Sarang OPM

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif Mekanis Raider 413/Kostrad TNI AD Pos Kaliasin terus mengencarkan patroli keamanan di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Patroli dilakukan dengan menyusuri hutan belantara dan sungai di Kabupaten Keerom.

Kabupaten Keerom adalah salah satu daerah titik rawan yang kerap terjadinya penyerangan oleh sejumlah kelompok bersenjata yang diduga bagian dari separatis OPM.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto menyatakan, patroli yang dilakukan oleh pasukan tempur TNI AD itu untuk memastikan salah satu wilayah yang menjadi titik rawan pelanggaran hukum itu aman dari berbagai tindak kejahatan melawan hukum di wilayah itu.

"Kami rutin menggelar patroli keamanan termasuk di Pos Kaliasin dengan waktu yang variatif, hal tersebut dilakukan dalam upaya menjamin keamanan dan mencegah terjadinya kegiatan ilegal di wilayah perbatasan RI-PNG," kata Mayor Inf Anggun Wuriyanto dikutip VIVA Militer dari Penkostrad TNI AD, Minggu, 25 Oktober 2020.

VIVA Militer : Yonif Mekanis Raider 413/Kostrad TNI AD gelar patroli di Papua
VIVA Militer : Yonif Mekanis Raider 413/Kostrad TNI AD gelar patroli di Papua

Sementara itu, Komandan Pos Kaliasin, Letda Inf Ravio Mourbas menjelaskan, kegiatan patroli dilaksanakan dengan raduis 500 Meter yang sudah mencakup wilayah kampung Kibay.

"Kami sisir kanan dan kiri bagian luar Kampung dengan harapan mencegah adanya kegiatan ilegal di Kampung Kibay. Hal ini akan terus kami lakukan dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat," kata Letda Inf Ravio.

Dia juga menjelaskan, di sekitar perkampungan Kibay itu juga banyak terdapat jalur tikus yang menghubungkan antara RI dengan Papua New Guinea. Jalur itu, lanjutnya, sering dijadikan jalur pelintas batas tradisional.

"Ada beberapa jalur tikus yang bisa digunakan sebagai akses langsung menuju negara Papua New Guinea, memang jalur tersebut merupakan jalur pelintas batas tradisional, namun semenjak Pandemi Covid-19 ini jalur tersebut ditutup dan kita tidak menginginkan masih ada yang mencoba menggunakan jalan tersebut apalagi untuk digunakan kegiatan ilegal lainnya yang berbau hukum," ujarnya.

Untuk diketahui, sekitar akhir bulan Februari 2020 lalu, pernah terjadi penyerangan oleh kelompok bersenjata yang diduga OPM di Kabupaten Keerom. Saat itu, Kendaraan TNI dari Kodim 1701/Jayapura yang ditumpangi Serka Hendry Bramanta tengah mengantarkan logistik untuk pembangunan gereja dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kampung Kibay.

Dalam insiden penyerangan itu, Serka Hendry yang pada saat kejadian didampingi warga Kampung Kibay terluka akibat serangan senjata dari kelompok separatis OPM itu. Serka Hendry terluka di bagian leher hingga sempat menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

Baca juga : Jenderal TNI Buka-bukaan Strategi Penanganan COVID-19 di Indonesia