Pasukan Somalia Bebaskan 22 Sandera

Mogadishu (AFP/ANTARA) - Pasukan dari daerah Puntland, Somalia, pada Minggu menyelamatkan 22 sandera yang ditahan oleh bajak laut selama hampir tiga tahun, setelah kapal mereka ditangkap di lepas pantai Yaman, ujar pihak berwenang, menambahkan bahwa orang-orang tersebut menunjukkan tanda-tanda telah mengalami penyiksaan.


Kru dari Iceberg MV milik Dubai dan berbendera Panama dibebaskan setelah dua pekan pertempuran dan pengepungan kapal tersebut di lepas pantai Somalia, ujar pihak berwenang Puntland dalam sebuah pernyataan.


"Pasukan pemerintah Puntland yang melakukan operasi penyelamatan kemanusiaan telah menyelamatkan 22 sandera di kapal MV Iceberg 1," menurut pernyataan dari negara bagian utara semi-otonom itu.


Mereka menyatakan bahwa penyelamatan kru multinasional dilakukan setelah dua pekan "bertempur dengan bajak laut dan mengepung kapal."


Pasukan pemerintah sebelumnya berada di sekeliling kapal pada 10 Desember, di dekat desa pesisir Garaad, di wilayah Mudug.


Kapal seberat 4.000 ton tersebut ditangkap di Teluk Aden pada Maret 2010 beserta 24 orang kru yang berasal dari Ghana, India, Pakistan, Filipina, Sudan dan Yaman.


Otoritas Puntland tidak memberikan informasi pada Minggu apa yang terjadi dengan dua anggota kru lainnya yang hilang.


"Setelah dua tahun dan sembilan bulan di tempat penahanan, para sandera menujukkan tanda-tanda alami penyiksaan fisik dan terjangkit penyakit," ujar pihak berwenang. "Para sandera saat ini menerima nutrisi dan perawatan medis."


Somalia dilanda konflik tanpa henti sejak 1991, dan kurangnya otoritas pusat yang efektif memungkinkan geng bajak laut, milisi ekstremis dan kelompok bersenjata lainnya mengendalikan kekuasaan kecil.


Namun, serangan perompakan di lepas pantai Somalia menurun drastis selama tiga tahun, berkat ditingkatkannya patroli angkatan laut dan keamanan bersenjata kapal di Teluk Aden dan Samudra Hindia.


Tapi sementara para perompak telah kehilangan kendalinya, Badan Maritim Internasional memperingatkan pada Oktober bahwa perairan Somalia masih sangat berisiko tinggi.(dh/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.