Pasukan Sulu Lawan Malaysia Sampai Titik Darah Penghabisan

Liputan6.com, Sabah : Militer Malaysia melancarkan serangan fajar ke arah pasukan loyalis Kesultanan Sulu yang menduduki Desa Tanduo, Lahad Datu, Sabah, Selasa dini hari tadi. Bom-bom dijatuhkan dari pesawat tempur, artileri dikerahkan di zona perang seluas 4 kilometer persegi Desa Tanduo.

Meski digempur habis, pasukan Kesultanan Sulu bertekad tak akan menyerah. Juru bicara Kesultanan Sulu, Abraham Idjirani mengatakan tentaranya akan berjuang dan terus melawan sampai titik darah penghabisan.

Diperkirakan ada 200 loyalis Sultan Sulu yang kini berada di Lahad Datu, dipimpin Rajah Mudah Agbimuddin Kiram. Idjirani menambahkan, Agbimuddin dari Sabah melaporkan bahwa jet tempur mulai berpatroli Senin malam.

"Militer Malaysia dan polisi, sekitar 7 batalion, menyerang lokasi yang diduga menjadi kamp  Agbimuddin," kata dua seperti dimuat situs Filipina, Phil Star, Selasa (5/3/2013).

Ia menambahkan, tak ada pihak Sulu yang tewas dan luka akibat serangan itu.  Agbimmudin dan anak buahnya dalam kondisi selamat dan bersembunyi di tempat yang jauh dari lokasi serangan udara.

Kedubes Malaysia Diprotes Massa

Sementara, dua jam setelah serangan dilancarkan, demonstran mengepung muka Kedubes Malaysia di Filipina. Mereka mengusung spanduk dan poster yang meminta negeri jiran menyelesaikan kasus Sabah dengan jalan damai.

Para demonstran juga menuntut keadilan bagi "martir Tausug " -- yang diyakini merujuk pada para loyalis Sulu yang tewas dalam yang serangan berdarah untuk memperjuangkan klaim nenek moyang mereka atas Sabah.

Seperti dimuat ABS-CBN, polisi menjaga ketat area sekitar Kedubes, memastikan massa tak terlalu dekat dengan kantor perwakilan Malaysia.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menegaskan, operasi ini merupakan upaya pemerintah untuk membela kedaulatan dan kehormatan Malaysia. "Demi kedaulatan dan kehormatan Malaysia, sesuai keinginan rakyat," ujarnya, seperti dilansir Asia One.

Konflik diawali 12 Februari 2013 lalu, sekitar 100 orang Filipina, mengaku atas perintah Sultan Jamalul Kiram III, menyeberang ke Sabah, dari Mindanao menggunakan kapal.

Mereka menduduki Desa Tanduo di Lahad Datu. Dengan dalih sebagai ahli waris Sultan Sulu, orang-orang itu bersikukuh, Sabah adalah wilayah milik leluhur mereka.(Ein)

Baca juga: Sabah Malaysia Diklaim Ahli Waris Sultan Filipina, Karma