Pasutri Ini Simpan Mayat Sang Anak Hingga 2 Bulan, Diduga Ikut Ajaran Sesat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kehilangan seseorang yang dicintai memang suatu hal yang menyedihkan. Tak mudah untuk melaluinya. Bahkan ada yang sampai sulit untuk menerima kenyataan itu. Seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kejadian tersebut cukup mengejutkan berbagai pihak.

Seorang siswi SMP di Pemalang berinisial SAR, berusia 14 tahun, tiba-tiba menghilang begitu saja dari lingkungan tempat tinggal rumahnya. Dikutip dari kanal YouTube Liputan 6 SCTV pada Jumat (14/1/2022), siswi itu tak pernah masuk sekolah selama lebih dari 2,5 bulan.

Para warga dan pihak sekolah yang selama ini mengenal SAR pun mulai curiga. Mereka menanyakan keberadaan gadis itu kepada kedua orangtuanya. Namun setiap kali ditanya, orangtua SAR selalu menolak untuk memberi jawaban.

Baru-baru ini, misteri menghilangnya siswi tersebut terungkap. Saat seorang petugas Kecamatan Moga, Pemalang mendatangi rumah keluarga tersebut, sang petugas terkejut saat menemukan siswi itu telah terbujur kaku menyerupai mumi di tempat tidur.

Berharap hidup kembali

Pasangan Suami Istri Ini Simpan Mayat Sang Anak Hingga 2 Bulan, Ikuti Ajaran Sesat. (Sumber: YouTube/Liputan 6 SCTV)
Pasangan Suami Istri Ini Simpan Mayat Sang Anak Hingga 2 Bulan, Ikuti Ajaran Sesat. (Sumber: YouTube/Liputan 6 SCTV)

Sebelum ditemukan meninggal dunia, jasad SAR telah disimpan kedua orang tuanya di rumah selama 2,5 bulan. Mereka menempatkannya pada kamar sang anak. Selama itu pula mereka melakukan sebuah ritual. Melalui ritual itu mereka percaya bahwa anak semata wayang mereka bisa hidup kembali.

Menurut pemeriksaan polisi, SAR meninggal dunia karena penyakit TBC yang dideritanya.

"Kalau masalah kematian berdasarkan pemeriksaan tim medis dia mengalami sakit TBC," kata AKP Dibyo Suryanto, Kapolsek Moga dikutip dari YouTube Liputan 6 SCTV pada Jumat (14/1).

Bukan pertama kali

Ternyata, perbuatan menyimpan mayat bukan hal yang pertama kali dilakukan oleh pasangan suami istri tersebut. Sebelumnya mereka menyimpan jasad anggota keluarga mereka sehingga menimbulkan bau busuk dan menuai protes dari warga sekitar.

"Kedua orang tua korban mengikuti salah satu aliran yang beranggapan bahwa anaknya itu belum meninggal. Beberapa kali menurut informasi orangtuanya menggantikan baju dengan celana. Tapi kemudian ada warga yang melaporkan dan kemudian kita bertindak," kata Umroni, Camat Moga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel