Pasutri Lansia Terjebak di Dalam Rumah saat Tanah Longsor, Ditemukan Meninggal Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Nasib nahas dialami Samidin (66) dan Rasinah (62), warga Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah. Pasangan suami itu meninggal tertimbun tanah akibat tebing di samping rumah longsor pada Kamis (3/11) malam.

"Saat kejadian penghuni rumah yang berjumlah dua orang masih berada di dalam rumah," ujar Kepala BPBD Kebumen Haryono Wahyudi dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (5/11).

Haryono mengatakan, petugas BPBD, Pemdes, relawan dan warga mencari korban di sekitar bangunan rumah. Korban ditemukan meninggal dunia pada Jumat (4/11) dini hari.

Menurut dia, hasil kaji cepat sementara tim BPBD, longsor dipicu hujan serta kondisi tanah labil ditambah saluran air di atas tebing. Saluran air itu menyebabkan kandungan air di dalam tanah menjadi lebih banyak. Ketika hujan, struktur tanah semakin kehilangan kemampuan mengikat satu sama lain sehingga terjadi longsor.

Peringatan Cuaca Ekstrem

Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang akan berlaku di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kebumen hingga Sabtu (5/11).

Menyikapi adanya informasi tersebut, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pemerintah Daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Di samping itu, Suharyanto juga meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan perbaikan lingkungan sehingga bencana seperti banjir, banjir bandang hingga tanah longsor tidak terjadi ke dua kalinya.

"Upaya seperti monitoring lereng tebing, khususnya yang berada di wilayah perkotaan dan permukiman padat penduduk agar dilakukan secara berkala," kata Suharyanto.

Di samping itu, perlu dilakukan monitoring di sepanjang bantaran sungai melalui kegiatan susur sungai. Normalisasi sungai dan kanal serta pembersihan drainase permukiman agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang juga dapat disebabkan oleh kondisi tata ruang lingkungan.

Khusus bagi masyarakat, apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun di lereng tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

"Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. [gil]