Pasutri Stop Cekcok Mulut, Ketahui Ini Penyebab Pasangan Ribut

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Banyak perbedaan di tubuh yang membentuk karakter khas pada pria dan wanita. Menurut praktisi medis sekaligus pendakwah, Aisyah Dahlan, perbedaan itu yang kerap membuat pasangan suami istri atau pasutri diterpa cekcok dalam biduk rumah tangga.

Padahal, kata sang dokter, kita bisa pelan-pelan memahami karakter masing-masing dengan saling melengkapi. Jika tidak, petaka adu mulut bisa menjadi badai yang tak berkesudahan di dalam pernikahan.

Para wanita, lanjut Aisyah Dahlan, bisa mulai memahami karakter suaminya secara perlahan untuk mencegah debat tak sehat. Seperti apa karakter seorang pria? Apa yang paling sering membuat adu mulut terjadi dan bagaimana pencegahannya? Berikut rangkumannya dikutip dari video di Youtube.

Tak kuat ditatap

Salah satu perbedaan secara anatomi adalah tebal dan tipisnya lapisan di mata pria dan wanita. Pada pria, lapisan tersebut cenderung lebih tipis dari wanita sehingga tak kuat untuk saling bertatapan. Jadi, jangan heran kalau sedang bicara dengan suami, matanya malah nggak fokus. Itu karena suami tak mampu menahan matanya untuk terus menatap mata pasangan bicaranya. Simak terus apa yang jadi penyebab pasangan ribut lainnya.

"Masalahnya di mata. Tatap-tatapan mata itu, laki-laki tidak kuat. Kalau mau anak laki-laki menyimak wajah kita, kita matanya jangan lihat ke dia. Atau kalau ibu mau nasehati anak laki-laki, kasih papan tulis, biar dia baca aja," seloroh Aisyah Dahlan.

Fokus hal di depan mata

Bukan hanya lapisan, perbedaan juga terlihat dari cara kerja kornea mata pria dan wanita. Para pria, kornea matanya cenderung memanjang atau lurus ke depan. Sementara, kornea mata wanita kerap melebar.

"Karena ini yang pagi-pagi berantem cari seragam, dompet, kunci. Padahal ada di sisi, tapi suami lihatnya lurus ke depan," jelasnya.

Persepsi curhat

Ini yang paling sering memicu keributan antara suami dan istri. Kebanyakan wanita, kata Aisyah Dahlan, hanya ingin didengarkan saat curhat. Sementara pria, cenderung memberi solusi saat mendengar keluh kesah wanita.

"Itu wujud tanggung jawab pria. Dia nggak tega lihat perempuan susah, entah itu istri, ibu, anak perempuannya. Pria nggak tega lihat perempuan susah saat curhat, dia ingin kasih solusi. Itu yang sering bikin berantem. Padahal, perempuan cuma mau dibilang gini ‘kasihan mama capek, ya’. Bener kan, bu?" candanya disambut tawa.

Pahami

Para pria, kata Aisyah Dahlan, bukanlah sosok yang biasa banyak bercerita pada pasangannya. Apalagi, jika ada masalah, kebanyakan pria memilih dipendam. Lantas, bagaimana seorang istri menanggapinya?

"Suami sedang tertekan, sampaikan saja, 'kalau sudah reda dan mau cerita, panggil ibu'. Itu aja. Udah kita santai aja. Nggak usah berprasangka bukan-bukan. Pahami saja laki-laki senang kalau dipahami," jawabnya santai.