Patung Macan Lucu Cisewu, Begini Sejarah Singkatnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengingat kembali patung macan lucu Cisewu yang kini sudah diganti patung harimau baru. Patung macan lucu ini dulunya ada di Komandan Rayon Militer (Koramil) 1123 Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Patung macan lucu Cisewu ini memiliki mimik wajah memelas, seolah sedang mengaum gagah tetapi justru nampak sumringah. Patung macam lucu Cisewu juga sempat viral di media sosial.

Bagaimana tidak? Patung yang seharusnya menjadi maskot Kodam Siliwangi yang gagah, arif, dan bijaksana justru nampak lucu nan imut sekali.

Jika menengok ke sejarah, sebenarnya patung macan lucu Cisewu termasuk simbol Kerajaan Siliwangi. Menggambarkan seorang prajurit TNI Kodam dengan makna yang besar.

Berikut Liputan6.com ulas sejarah singkat patung macan lucu Cisewu dari berbagai sumber, Sabtu (21/11/2020).

Patung Macan Lucu Cisewu

Sejarah patung macan lucu yang ada di Koramil Cisewu sudah ada sejak tahun 2010. Patung macan ini dibuat oleh seorang pensiun anggota TNI sebagai ungkapan terima kasih pada mantan institusi.

Patung macan lucu Cisewu berada di depan jalan Pangalengan, Bandung-Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sejak 2010 itu, tidak pernah ada yang merasa aneh sampai akhirnya viral dan diganti dengan patung baru.

Banyak orang menyebut patung macan lucu di Kodam Siliwangi sebagai sang legenda. Sudah ada sejak lama dan mampu menghibur siapa saja yang melintas di jalan Pangalengan. Patung macannya memiliki mimik wajah yang lucu nan sumringah.

Macan untuk Logo

Pembuatan patung macan lucu Cisewu bukan hanya sebatas kenangan. Patung ini dibuat karena logo Siliwangi adalah kepala macan dengan dasar kuning. Logo sudah disepakati sejak zaman penjajahan.

Logo ini disebut logo Siliwangi dan digunakan oleh para prajurit Siliwangi sejak perang kemerdekaan terjadi. Pembuatnya adalah pelukis Barli Sasmitawinata. Penjahitnya adalah pemilik Emay Tailor, penjahit keturunan China.

Tak hanya gambar macan. Logo Siliwangi ini berdasar kuning, berbintang di atas kepala macan, dan bertuliskan SLW berwarna merah. Bentuk logonya lingkaran.

Kodam dan Siliwangi

Jawa Barat erat kaitannya dengan Siliwangi. Begitu juga Koramil III yang sempat memiliki patung macan lucu Cisewu. Meski lucu dan kerap mengundang gelak tawa saat melihatnya, sejarah pembuatannya tidak semena-mena.

Dikutip Liputan6.com dari situs Kodam III Siliwangi, perjuangan Kodam ini tak lepas dari peran masyarakat Jawa Barat yang bisa melahirkan motto tentang Siliwangi. “Siliwangi adalah Rakyat Jawa Barat, Rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi.”

Siliwangi memiliki makna “Silih Mewangikan.” Berasal dari kata “Silih” dan “Wawangi” yang juga diartikan sebagai pengganti Prabu Wangi. Tak heran jika istilah ini kerap disamakan dengan kehadiran Prabu Siliwangi. Seorang pemimpin Pemerintahan tanah Sunda yang terkenal akan kemahsyurannya.

Patung Macan Lucu Cisewu Diganti

Kini patung macan lucu Cisewu sudah tidak lagi berdiri di tempatnya. Patung macan itu direbohkan selang beberapa waktu viral di media sosial.

Penggantinya adalah patung harimau yang bertampang garang, gagah, kekar dengan tatapan nanar. Patung yang dinilai lebih representatif untuk menggambarkan nilai Siliwangi itu, kini sudah berdiri di kantor Koramil Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pembuatnya bernama Suherman, pria asal Bandung, Jawa Barat. Patung harimau si pengganti patung macan lucu ini pembuatannya diminta langsung oleh Bupati Dedi.

Patung Harimau, Pengganti Patung Macan Lucu

Dilihat dari mimik wajah, patung macan lucu Cisewu yang dulu sudah kalah gagah dengan patung harimau yang sekarang. Warnanya juga lebih bersih, cerah, dan bersinar.

Patung harimau memiliki ukuran yang sangat besar, lebih besar dari patung macan lucu Cisewu. Bukan tanpa alasan. Dikutip dari merdeka.com, menurut si pembuat, ukuran patung ini berdasar pada kesan monumental dan luar biasa.

Proses pembuatan harimau Siliwangi dari Sancang tersebut membutuhkan waktu cukup lama pascapemesanan. Kurang lebih memakan waktu hampir satu bulan untuk hasil yang maksimal.