Patung-patung perunggu kuno unik ditemukan di Tuscany Italia

Tersembunyi di bawah lumpur panas di sebuah spa termal kuno, penemuan 24 patung perunggu yang terpelihara dengan baik dan berusia lebih dari 2.000 tahun dapat "mengubah sejarah," kata Kementerian Kebudayaan Italia pada Selasa (8/11).

Dilansir Xinhua, Kamis, patung-patung itu ditemukan dua pekan lalu saat para arkeolog mencari cekungan asli spa yang terletak di Desa San Casciano dei Bagni di Tuscany tersebut.

Mereka terkejut saat menemukan bagian tangan dari sebuah patung mencuat dari lumpur, dan kemudian patung-patung lainnya, yang berasal dari abad ke-2 SM.

Salah satu temuan itu menggambarkan Hygieia, dewi kesehatan Romawi, bersama dengan sejumlah patung dewa dan kaisar lainya yang populer pada era kekaisaran Romawi.

Tempat pemandian itu beroperasi selama sekitar 800 tahun sejak abad ke-3 SM hingga tempat-tempat semacam itu dilarang. Tempat pemandian itu dibuka kembali bagi para wisatawan dan warga setempat pada abad ke-16, tetapi lambat laun tidak lagi digunakan sebelum diperbarui kembali dalam beberapa dekade terakhir.
Tempat pemandian itu beroperasi selama sekitar 800 tahun sejak abad ke-3 SM hingga tempat-tempat semacam itu dilarang. Tempat pemandian itu dibuka kembali bagi para wisatawan dan warga setempat pada abad ke-16, tetapi lambat laun tidak lagi digunakan sebelum diperbarui kembali dalam beberapa dekade terakhir.

"Ini merupakan penemuan terpenting sejak Patung Perunggu Riace dan tentu saja merupakan salah satu kelompok patung perunggu paling signifikan yang pernah dibuat dalam sejarah dunia Mediterania Kuno," ujar Massimo Osanna, direktur jenderal yang bertanggung jawab atas museum di Kementerian Kebudayaan Italia.

Sejumlah tempat pemandian di San Casciano dei Bagni cukup populer di kalangan kaisar dan pejabat tinggi Romawi lainnya. Tempat pemandian itu beroperasi selama sekitar 800 tahun sejak abad ke-3 SM hingga tempat-tempat semacam itu dilarang.

Tempat pemandian itu dibuka kembali bagi para wisatawan dan warga setempat pada abad ke-16, tetapi lambat laun tidak lagi digunakan sebelum diperbarui kembali dalam beberapa dekade terakhir.

Osanna menyampaikan bahwa Desa San Casciano dei Bagni akan memamerkan harta karun tersebut di sebuah museum khusus yang akan dibangun di vila berumur 500 tahun. Museum itu juga akan menceritakan kembali sejarah penemuan tersebut.

Patung-patung itu sempat terkubur bersama ribuan koin, barang-barang rumah tangga, dan artefak lainnya yang memiliki inskripsi dalam bahasa Latin dan Etruscan. Patung-patung itu membentuk bagian dari sebuah situs keagamaan dan tidak dimaksudkan untuk ditemukan.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa penggalian itu merupakan yang pertama dari jenisnya di Italia.

Laporan media lokal mengutip Jacopo Tabolli dari Universitas Siena di Tuscany yang menyebut temuan itu sebagai "harta karun yang sangat unik" yang "akan mengubah sejarah ... sebagai koleksi patung terbesar dari zaman Italia kuno dan satu-satunya yang memungkinkan kita untuk sepenuhnya merekonstruksi sejarah."

Sejumlah tempat pemandian di San Casciano dei Bagni cukup populer di kalangan kaisar dan pejabat tinggi Romawi lainnya. Tempat pemandian itu beroperasi selama sekitar 800 tahun sejak abad ke-3 SM hingga tempat-tempat semacam itu dilarang. Tempat pemandian itu dibuka kembali bagi para wisatawan dan warga setempat pada abad ke-16, tetapi lambat laun tidak lagi digunakan sebelum diperbarui kembali dalam beberapa dekade terakhir. (Xinhua)
Sejumlah tempat pemandian di San Casciano dei Bagni cukup populer di kalangan kaisar dan pejabat tinggi Romawi lainnya. Tempat pemandian itu beroperasi selama sekitar 800 tahun sejak abad ke-3 SM hingga tempat-tempat semacam itu dilarang. Tempat pemandian itu dibuka kembali bagi para wisatawan dan warga setempat pada abad ke-16, tetapi lambat laun tidak lagi digunakan sebelum diperbarui kembali dalam beberapa dekade terakhir. (Xinhua)

Kabar tentang penemuan itu menjadi berita utama di Italia, negara yang kaya dengan warisan sejarah dan budaya. Italia memiliki 58 situs warisan dunia yang diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO).