Patung Perempuan Telanjang Dada di Istana Presiden


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Patung perempuan telanjang dada di kompleks Istana Kepresidenan RI Jakarta kerap mengundang perhatian pengunjung Istana. Pantauan Tribunnews.com, ada empat patung perempuan telanjang dada di sekitar kompleks Istana Presiden. Dua di antaranya terletak depan kantor Presiden tempat Presiden SBY sehari-hari berkantor. Satu di antaranya berdekatan dengan halaman belakang Istana Merdeka dan satu lainnya di samping Istana Negara.

Seperti diketahui, kantor Presiden, Istana Merdeka, dan Istana Negara berada dalam satu kompleks dan letaknya berdekatan. Hanya dipisahkan oleh taman dan rumput hijau serta sebuah pendopo.

Tidak jelas sejak kapan patung perempuan telanjang itu berada di istana Presiden namun cerita yang beredar di kalangan wartawan patung-patung itu merupakan peninggalan Presiden Soekarno.

Presiden Soekarno disebut-sebut gemar dengan seni yang menggambarkan lekuk tubuh perempuan.  Meskipun patung yang digambarkan seperti perempuan dewasa, namun ukurannya tidak seperti perempuan dewasa namun hanya seukuran kurang lebih satu meter.

Patung telanjang dada dari batu pualam itu dibiarkan berada di luar istana setiap saat terkena hujan dan panas. Meski usianya puluhan tahun tetapi terlihat terpelihara dengan baik.

Selain patung bugil perempuan ada juga patung bugil laki-laki. Diletakkan berhadap-hadapan dengan patung perempuan di depan kantor Presiden dalam kompleks taman. Patung laki-laki ukuran besar diletakkan di belakang Istana Negara diantara air mancur dan terlihat sebagai karya seni fantastis.

Patung laki-laki ini sangat artistik dilengkapi dengan busur panah siap meluncurkan anak panah.  (aco)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.