Paul Pogba Terdampar di MU, Transfer Keluar Semakin Sulit Terjadi

Liputan6.com, Manchester - Harapan Paul Pogba untuk meninggalkan Manchester United (MU) musim depan semakin menipis. Pandemi virus corona covid-19 sudah membuat hal itu nyaris sulit jadi kenyataan.

Saat agen Pogba, Mino Raiola menyerang manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer Februari lalu segala hal sepertinya mengarah ke jalan keluar. Namun itu berubah seiring terhentinya kompetisi.

Dia tak hanya bisa berpartisipasi di sisa laga MU. Pogba juga kemungkinan besar bertahan setahun lagi di MU.

Pogba memang sudah sering mengungkapkan hasratnya mencoba tantangan lain di luar MU. Ini tidak salah karena Setan Merah sulit meraih prestasi sejak dia dibeli pada 2016.

Pandemi virus corona membuat dia sulit bergerak. Seperti dilansir Goal.com, bungkamnya Raiola beberapa bulan ini jadi pertanda Pogba tak akan meninggalkan MU.

 

 

Terlalu Mahal

1. Paul Pogba – Pemain yang berhasil membawa Prancis meraih gelar juara Piala Dunia ini mampu bangkit dan tampil apik di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Sang pelatih pun tak segan-segan mengatakan bahwa Pogba adalah pemimpin tulen. (Paul Ellis)

Di bursa transfer pasca virus corona, klub disinyalir sulit mengeluarkan uang hingga 100 juta pounds. MU juga sepertinya masih membutuhkan Pogba.

Gelandang asal Prancis ini memang tak konsisten. Dia harus mempertajam konsistensinya lagi di MU.

"Saya tak tahu apa yang orang lain bilang soal Pogba. Tapi dia seorang gelandang yang lengkap. Dia bisa mengontrol bola, tembakan jarak jauh, umpan, tekel, box to box semuanya," kata Ander Herrera, mantan rekan Pogba di MU.

"Namun tentu kalau ingin jadi gelandang terbaik di dunia, Anda harus konsisten. Anda harus lakukan itu setiap pertandingan."

 

Faktor Fernandes

 

Kondisi MU juga bisa membuat Pogba lebih betah. Kehadiran Bruno Fernandes membuat tugasnya sebagai pemasok bola sedikit berkurang.

Harapan kini tak hanya dibebankan kepada Pogba, tapi juga Bruno Fernandes.