Paul Zhang Berulah, Anwar Abbas: Nabi Dihina, Kemarahan Memuncak

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ulah Jozeph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dala video unggahan di YouTube jadi sorotan. Paul yang kabarnya berada di luar negeri kini diburu polisi dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Terkait itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan negara gaduh karena ulah Paul. Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan Paul sangat fundamental karena agama adalah sesuatu yang dianggap suci.

"Yang namanya nabi itu bagi pemeluk agama itu adalah orang-orang yang sangat dihormati. Kalau seandainya agama, nabinya dihina, dicela, dicerca, ya tentu saja kemarahan akan memuncak," ujar Anwar dalam Apa Kabar Indonesia Malam tvOne yang dikutip VIVA, Rabu, 21 April 2021.

Dia menekankan dalam perkara ini figur Kapolri Listyo Sigit Prabowo akan sangat sensitif. Ia mengatakan demikian karena dari pernyataan dalam video bahwa Paul merasa aman karena Kapolri Listyo yang beragama kristen.

Anwar meminta agar Kapolri Listyo bersikal tegas dan tidak yang seperti diucapkan Paul. Ia masih percaya terhadap Listyo karena dinilainya sebagai figur yang menghormati nilai-nilai keagamaan.

"Paul Zhang itu yakin dia tidak diapa-apakan, karena kapolrinya Kristen, katanya kan. Kesimpulan saya ayo mari sama-sama kita buktikan. Bahwa, kapolri tidak seperti yang diasumsikan," kata Anwar.

Pun, terkait itu, ia menyinggung pemicu pernyataan Paul Zhang ini karena tidak dekat dengan falsafah negara yaitu Pancasila. Lantaran tidak dekat, maka terjadi hina mengina dan tak menghormati agama lain. Ia mengingatkan sudah ada kesepakatan pada 1945 menjadikan Pancasila sebagai falsafah negara.

Namun, menurutnya hal itu tak sejalan dengan harapannya soal eksistensi ajaran Pancasila.

"Sebagai salah satu falsafah bangsa kita, Pancasila harus kita pahami secara baik. Tetapi, herannya saya di perguruan tinggi, mata kuliah Pancasila akan dihapus. Timbul pertanyaan dalam diri saya," tutur Anwar.

Jozeph Paul Zhang jadi heboh karena diduga penistaan agama lantaran mengaku nabi ke-26 saat menggelar zoom meeting dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’. Video itu diunggah ke akun Youtube Jozeph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Paul Zhang menyebut dari dulu kalau Ramadhan itu adalah bulan yang paling tidak nyaman. Apalagi, kata dia, kalau momennya sudah mendekari Lebaran Idul Fitri jadi mengerikan dan horor.

"Dum dum breng, sarimin pergi ke pasar. Itu udah paling mengerikan, horor banget,” kata Paul Zhang dikutip dari Youtube pada Minggu, 18 April 2021.

Sementara, teman-teman Paul Zhang dalam zoom meeting itu hanya tertawa dan tidak mau ikutan karena takut dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Tapi, Paul Zhang sesumbar dengan membuat sayembara menantang siapa saja yang berani melaporkannya ke polisi akan diberi hadiah berupa uang.

“Yang bisa laporin gue ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Joseph Paul Zhang meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah. Kalau Anda bisa bikin laporan polisinya atas penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan. Supaya jangan bilang gue ngibul jadi Rp5 juta. Kemarin kan 3, sekarang gua kasih 5 nih di wilayah Polres yang berbeda. Gua kasih 1 laporan Rp1 juta, 5 laporan Rp5 juta,” jelas dia.