Paus Fransiskus Imbau Dunia Beri Vaksin COVID-19 untuk Warga Paling Membutuhkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kota Vatikan - Paus Fransiskus menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk memastikan vaksin Covid-19 tersedia bagi mereka yang paling membutuhkannya. Hal tersebut disampaikan dalam pidato hari Natalnya.

Menanggapi perebakan kembali virus itu di Italia, Paus Fransiskus tidak tampil di balkon utama Basilika Santo Petrus pada Natal ini, tetapi memilih untuk menyampaikan pidato tahunannya mengenai isu-isu dunia dari dalam Istana Kepausan.

"Kita tidak dapat membiarkan nasionalisme yang terisolasi menghalangi kita untuk hidup sebagai keluarga manusia yang sejati," kata Paus.

Di Roma, langkah-langkah lockdown sebagian membuat umat tidak dapat berkumpul di Lapangan Santo Petrus, di mana dalam puluhan tahun belakangan, ribuan orang menerima berkat dari Paus dan menyimak pesan tradisionalnya pada Hari Natal.

Covid-19 menonjol dalam pidatonya, dengan Italia termasuk salah satu negara yang paling terpukul di Eropa.

"Saya berdoa bagi semua yang memimpin di negara, perusahaan, organisasi internasional, untuk mendorong kerja sama dan bukan persaingan, serta mencari solusi bagi semua orang, vaksin bagi semua orang, terutama untuk yang paling rentan dan paling membutuhkan," kata Paus Fransiskus.

Pesan Natal Paus Fransiskus

Paus Fransiskus merayakan misa pada malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (24/12/2020). Natal tahun ini dirayakan oleh umat Kristiani dunia di tengah pandemi COVID-19. (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP)
Paus Fransiskus merayakan misa pada malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (24/12/2020). Natal tahun ini dirayakan oleh umat Kristiani dunia di tengah pandemi COVID-19. (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP)

Paus Fransiskus merayakan Misa Malam Natal secara sederhana, lantaran dunia masih terdampak pandemi Corona COVID-19.

Dikutip dari laman Channel News Asia, ia mengatakan bahwa orang-orang harus merasa punya kewajiban untuk membantu yang membutuhkan, sebab bagi Paus Fransiskus, Yesus sendiri dilahirkan sebagai orang buangan yang miskin.

Misa diadakan di bagian belakang Basilika Santo Petrus dengan kurang dari 100 peserta, yang kebanyakan diisi oleh kardinal dan uskup.

Biasanya, Misa Malam Natal diadakan di bagian utama basilika dan dihadiri hingga 10.000 orang, termasuk korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.

Setiap orang kecuali paus dan paduan suara kecil mengenakan masker selama Misa, yang dimulai dua jam lebih awal dari biasanya. Sehingga sejumlah orang yang hadir dapat pulang ke rumah pada jam 10 malam.

"Anak Tuhan dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang adalah anak Tuhan ," kata Paus dalam homilinya.

Paus Fransiskus mengatakan, Natal harus membuat setiap orang merenungkan "ketidakadilan kita terhadap begitu banyak saudara dan saudari kita" alih-alih mengejar "keinginan tak berujung" dan kesenangan sesaat.

"Tuhan datang di antara kami dalam kemiskinan dan kebutuhan, untuk memberi tahu kami bahwa dalam melayani orang miskin, kami akan menunjukkan cinta kami kepadanya," kata paus berusia 84 tahun itu, yang merayakan Natal kedelapan di masa kepausannya.

Saksikan Video Berikut Ini: