Pavel Durov Umumkan Telegram Premium Bakal Hadir di Bulan Ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Bulan lalu sebuah rumor mulai menyebar di internet tentang Telegram yang ingin meluncurkan layanan berbayar. Rumor tersebut pun berbuah menjadi kenyataan. Dilaporkan GSM Arena, Senin (13/6), pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, telah mengkonfirmasi bahwa ini layanan berbayar segera dirilis.

Kabarnya, akan dirilis sebelum akhir bulan ini. Meski akan meluncurkan layanan premium, Durov memastikan pelanggan yang tak berlangganan layanan berbayar, akan tetap gratis dengan fitur yang ada saat ini. Bahkan akan tetap meluncurkan fitur baru untuk pengguna meski tak berlangganan Telegram Premium.

"Telegram Premium akan memungkinkan siapa pun untuk memperoleh fitur, kecepatan, dan sumber daya tambahan. Ini juga memungkinkan pengguna untuk mendukung Telegram dan bergabung dengan klub yang menerima fitur baru terlebih dahulu," kata Durov.

Bahkan pengguna yang tidak berlangganan Telegram Premium akan dapat secara tidak langsung menikmati beberapa manfaatnya, seperti melihat dokumen ekstra besar, media, dan stiker yang dikirim oleh pengguna Premium.

Durov mengungkapkan bahwa eksperimen iklan perusahaan di saluran publik lebih berhasil daripada yang mereka harapkan, tetapi sebaiknya layanan itu harus didanai terutama oleh penggunanya. Bukan pengiklan. Ini untuk memastikan bahwa pengguna tetap menjadi prioritas utamanya di masa mendatang.

Lantas berapa biaya langganannya? Mengutip dari channel Telegram Info, perusahaan akan membanderol harga Telegram Premium sebesar USD 4.99 atau sekitar Rp 72 ribu per bulan. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel