Pawai Hari Santo Patrick di Kota New York batal karena kekhawatiran virus corona

NEW YORK (Reuters) - Parade Hari Santo Patrick yang berusia ratusan tahun di New York City dibatalkan untuk tahun ini, kata Gubernur New York Andrew Cuomo pada Rabu. Ini menjadi salah satu acara publik AS paling terkenal yang akan dibatalkan akibat pandemi global virus corona.

Penyelenggara berencana menggelar parade tahunan ke-259 sehari kemudian, kata Cuomo dalam sebuah pernyataan.

Kabar itu muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan larangan perjalanan selama sebulan ke Amerika Serikat dari negara-negara Eropa selain Inggris dan Asosiasi Bola Basket Nasional mengatakan mereka menangguhkan sisa musim ini setelah seorang pemain dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Parade ini biasanya diadakan pada 17 Maret, dan menarik jutaan penonton yang berbaris di sepanjang Fifth Avenue Manhattan guna merayakan santo pelindung Irlandia tersebut.

"Meskipun saya tahu penyelenggara parade tidak mudah mengambil keputusan ini, para ahli kesehatan masyarakat setuju bahwa salah satu cara paling efektif dalam membendung penyebaran virus adalah dengan membatasi pertemuan besar dan menutup kontak, dan saya memuji kepemimpinan parade dalam bekerja sama dengan kami," kata Cuomo.

Virus corona baru muncul di China tahun lalu dan menyebabkan penyakit pernapasan yang mematikan disebut COVID-19, yang sudah menginfeksi lebih dari 1.200 orang di negara AS dan menewaskan paling sedikit 37 orang.

Tradisi merayakan Pesta Santo Patrick dengan parade itu berasal di Amerika Utara pada abad ke-18, kata para sejarawan.

Parade di New York City mulai digelar pada 1762 dan diselenggarakan oleh anggota resimen Irlandia pada Angkatan Darat Inggris yang ditempatkan di koloni itu, menurut penyelenggara. Itu membuat acara ini menjadi salah satu perayaan tertua di dunia.

Kini, menurut perkiraan para pejabat kota, lebih dari 2 juta penonton, kebanyakan berpakaian hijau yang di antaranya menenggak bir Guinness, berkumpul untuk menyaksikan band militer.

Pada Senin, Irlandia membatalkan parade Hari Santo Patrick di seluruh negara itu karena virus corona baru terus menyebar ke seluruh dunia.

Hari Santo Patrick secara historis merupakan perayaan lebih bijaksana di Irlandia, di mana santo itu diyakini sebagai orang yang menyebarkan agama Kristen ke Irlandia pada abad kelima. Tetapi kebiasaan mengadakan parade ini digelar ketika para diaspora kembali tanah air pada awal abad ke-20.

(Laporan Jonathan Allen; Disunting oleh Himani Sarkar, Christian Schmollinger dan Lincoln Feast)