PB Djarum Belum Tentu Lanjutkan Audisi Umum Bulu Tangkis

Liputan6.com, Kudus - PB Djarum masih membuka peluang menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada tahun depan. Klub berusia 50 tahun itu akan melakukannya jika tidak mendapat ruang untuk bergerak.

“Kami benar-benar pamit jika tidak ada ruang. Yang kami minta adalah ruang yang cukup,” ungkap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di GOR Jati, Kudus, Selasa (19/11/2019).

Yoppy memberi contoh terbatasnya ruang, yakni pelatih dan pemandu bakat dilarang menggunakan logo PB Djarum ketika menggelar audisi. “Kami sangat keberatan dengan itu,” ujarnya.

PB Djarum pertama kali mengutarakan niat mundur dua bulan lalu setelah dianggap mengkeksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kedua pihak kemudian menemui titik tengah usai difasilitasi Kemenpora.

Klub yang sudah melahirkan banyak atlet berprestasi ini tetap menggelar audisi di sisa 2019 karena banyak peserta sudah mendaftar. Memenuhi keberatan KPAI, mereka tidak menggunakan identitas klub di peserta serta mencabut embel-embel Djarum di lokasi audisi.

Namun, PB Djarum berencana melakukan evaluasi untuk menentukan format audisi umum pada 2020.

Awal Tahun

Suasana Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis (dok: PB Djarum)

Yoppy menyatakan pembahasan format baru bakal dimulai setelah putaran final audisi akhir November ini. Mereka berencana mengumumkan struktur anyar audisi pada Januari 2020.

Jika setelah itu masih ada keberatan, Yoppy menegaskan PB Djarum siap mundur.

“Kami menginginkan solusi win-win bagi semua pihak. PB Djarum itu institusi olahraga. Kami sudah mendapat penghargaan dengan status itu. Maka kami tidak mau terseret ke hal-hal lain,” tegas Yoppy.

Pertimbangkan 2 Faktor

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi mengungkapkan, pihaknya mempertimbangkan dua hal dalam melakukan evaluasi untuk audisi 2020.

“Kami ingin kembali mendefinisikan apa tujian audisi umum. Kami berharap bisa memberi kesempatan kepada adik-adik di luar Jawa menunjukkan kebolehan,” ungkapnya.

“Sedangkan saat ini tiket pesawat mahal. Atlet dari luar pulau kesulitan datang, terbukti dengan berkurangnya jumlah peserta. Dua faktor ini bakal kami pertimbangkan untuk format audisi tahun depan,” pungkasnya.