PB PRSI ingin rangkul lebih banyak diaspora untuk perkuat timnas

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) berniat menambah atlet yang merupakan talenta muda yang tinggal di luar negeri atau diaspora untuk memperkuat tim nasional.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah regenerasi atlet yang saat ini sedang digelorakan federasi renang itu.

Perenang keturunan Indonesia-Jerman Masniari Wolf menjadi contoh dari insiatif merangkul diaspora yang berbuah manis dengan kesuksesan membawa pulang medali emas pada SEA Games Vietnam bulan lalu.

Baca juga: Masniari Wolf tak mau terbebani masuk proyeksi Olimpiade

"Alhamdulillah usaha kita yang dimotori Coach Wisnu usaha Masniari untuk mewakili tim Indonesia di SEA Games lalu berbuah medali emas, insiatif seperti ini sangat bagus dan mendorong atlet-atlet muda Indonesia yang lain juga untuk muncul," ujar Harlin dalam bincang media secara daring, Selasa.

"Untuk itu, PB PSRI ingin meneruskan atau menambah lagi usaha-usaha kita untuk mencari atau mengkoneksi atlet-atlet Indonesia yang berlatih di luar negeri untuk bisa memperkuat tim Indonesia."

Sebelumnya, PB PRSI juga telah memperkenalkan perenang keturunan Indonesia-Amerika Serikat Kaikea Putra Boyum Crews yang telah dua kali membela Indonesia saat SEA Age Group Swimming Championship 2017 di Brunei Darussalam dan Kejuaraan Dunia renang junior 2019 di Budapest, Hungaria.

Namun, Kaikea tidak dapat membela Indonesia di SEA Games Vietnam.

Baca juga: KONI Pusat abadikan nama legenda renang Indonesia Lukman Niode

"Sayangnya karena kemarin ada sedikit miskomunikasi dan ketidakcocokan dengan tim pelatih. Kaikea terpaksa akhirnya memilih AS untuk menjadi negaranya lebih cepat padahal sebenarnya dia masih bisa memilih sampai akhir 2023," kata Harlin.

Harlin mengatakan hal itu akan menjadi pelajaran bagi jajaran PB PRSI dan pelatih nasional agar mampu membuka diri.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa potensi-potensi perenang Indonesia di luar negeri pun juga banyak apalagi di tempat negara yang competitive advantage-nya atau lingkungan kompetisi sangat baik, seperti di Amerika, di Jerman, ada yang di Australia," ujarnya menambahkan.

Manajer Tim Renang Indonesia Wisnu Wardhana mengatakan banyak pihak yang masih tetap meragukan langkah untuk merangkul diaspora. Namun, menurut dia, hal itu justru menjadi terobosan untuk menjaring talenta diaspora.

"Justru kita harus bangga bahwa diaspora di luar negeri masih bangga dan punya nasionalisme untuk membela Merah Putih," kata Wisnu.

Baca juga: KONI: Utamakan cabang olahraga banyak nomor pertandingan

Langkah untuk merangkul diaspora, menurut Wisnu, sudah banyak dilakukan negara Asia Tenggara lainnya, antara lain Malaysia, Singapura dan Thailand.

"Mereka selalu ada diaspora kenapa kita tidak melakukan hal yang sama. Secara aktif kita juga mengundang para diaspora untuk membela Indonesia," ujar Wisnu.

"Ada beberapa database diaspora atau atlet-atlet kita yang sejak kecil pindah keluar negeri Amerika, Australia, kita harap bisa memberikan sumbangsihnya kepada Merah Putih."

Masniari, yang memiliki darah Batak dari ibunya, mengatakan bangga dapat membela Indonesia pada SEA Games Vietnam.

"Ibu saya orang Indonesia. Saya punya banyak keluarga di sana, dan saya bangga menjadi orang Indonesia," kata Masniari, berusia 16 tahun, yang saat ini sedang berada di Budapest, Hungaria, untuk mengikuti 9th FINA World Championship 2022.

Baca juga: PRSI genjot pembinaan usai atlet muda raih prestasi di SEA Games

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel