PB PRSI Mulai Pelatnas Renang Olimpiade, 6 Atlet Terbaik Disiapkan

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) akhirnya menggelar pemusatan latihan (TC) renang menuju kualifikasi Olimpiade Tokyo tahun depan. TC digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta

Team Manajer Pelatnas, Wisnu Wardhana mengatakan, pelatnas renang yang diikuti enam perenang terbaik Indonesia ini sudah dimulai sejak sepekan lalu, Senin 19 Oktober 2020.

Saat ini latihan masih fokus pada pemulihan dan persiapan loading endurance atau daya tahan setelah selama pandemi COVID-19 dan PSBB perenang hanya berlatih secara terbatas.

Gede Siman Sudartawa
Gede Siman Sudartawa

Pada Januari dan Februari 2020 nanti, para atlet bakal digembleng di Australia dan mengikuti sejumlah event hingga Mei 2020.

"Untuk pelatnas Olimpiade ini kami mulai kurang lebih seminggu. Ini minggu kedua kami latihan di GBK. Untuk satu-dua bulan pertama, kami masih latihan fisik yaitu untuk memantapkan sekaligus untuk adaptasi mereka," kata Wisnu, Senin 26 Oktober 2020.

"Kami harapkan November dan Desember mereka sudah bisa mulai masuk ke tahap periodesasi, fase peak yaitu puncak latihan untuk tiga bulan ke depan. Kemudian, kami harapkan Januari Februari kami bisa TC di Australia. Kami masih menjajaki dengan pelatih dunia di sana," sambungnya.

PRSI masih berharap bisa meloloskan atlet renang Indonesia lewat limit A ke Olimpiade 2021 Tokyo. PRSI telah menetapkan enam perenang yang diharapkan bisa mewujudkan ambisi tersebut.

PB PRSI gelar pelatas Kualifikasi Olimpiade
PB PRSI gelar pelatas Kualifikasi Olimpiade

Antara lain Glenn Victor, I Gede Siman Sudartawa, Farrel Armandio Tangkas, Aflah Fadlan Prawira, Triyadi Fauzi Siddiq, dan Azzahra Permatahani. Namun, perenang Triady dan Azzahra belum bisa berlatih penuh, diharapkan segera bergabung serta berlatih bersama tim pelatnas.

"Triyadi sejak pendidikan jabatan karena dia PNS. Pekan depan dia sudah bergabung. Azzahra masih berhalangan hadir, nanti kami akan hubungi lagi dengan pihak bersangkutan," ucap Wisnu.