PBB: Angka Infeksi dan Kematian Akibat COVID-19 Turun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Data terkini Johns Hopkins University menyebut ada 13,7 juta kasus baru dalam 28 hari terakhir di dunia pada Kamis (7/10/2021). Totalnya, ada 236 juta kasus COVID-19.

Meski demikian, PBB menyampaikan bahwa tren kasus virus corona sudah menurun. Angka kematian pun terpantai menurut.

"Selama pekan 27 September sampai 3 Oktober, semua kawasan melaporkan penurunan jumlah kasus-kasus baru, kecuali Eropa yang tetap sama seperti minggu sebelumnya," tulis laporan UN News, dikutip Kamis (7/10/2021).

Pengurangan kasus terbesar berasal dari Afrika (43 persen), Mediterania Timur (21 persen), Asia Tenggara (19 persen), wilayah Amerika (12 persen), dan Pasifik Barat (12 persen).

PBB juga melaporkan penurunan kematian mingguan di seluruh kawasan, kecuali Amerika dan Eropa. Jumlah kematian di wilayah-wilayah itu sama seperti pekan sebelumnya.

"Penurunan kematian tertinggi dilaporkan dari Afrika dengan 25 persen penurunan dibanding pekan sebelumnya," tulis PBB.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinasi di Indonesia

Petugas mengukur suhu warga penerima vaksin Covid-19 saat program Vaksinasi Keliling di RPTRA Pulo Besar, Jakarta, Senin (12/7/2021). Pemprov DKI menggelar Vaksinasi Keliling dengan sistem jemput bola guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat di area padat penduduk. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Petugas mengukur suhu warga penerima vaksin Covid-19 saat program Vaksinasi Keliling di RPTRA Pulo Besar, Jakarta, Senin (12/7/2021). Pemprov DKI menggelar Vaksinasi Keliling dengan sistem jemput bola guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat di area padat penduduk. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan penyuntikkan 420 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Januari 2022. Target tersebut melihat capaian kecepatan vaksinasi yang semakin meningkat seiring kedatangan jumlah vaksin.

Percepatan vaksinasi juga menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Upaya vaksinasi termasuk salah satu strategi dalam penanganan COVID-19.

"Kami memiliki program vaksinasi besar-besaran. Sebagai informasi, kami memulai program vaksinasi pada 13 Januari 2021. Kami mencapai 50 juta suntik pertama pada 8 Juli dalam 36 minggu," ujar Budi Gunadi dalam sesi Lessons Learn From Managing The COVID-19 Pandemic in ASEAN pada Rabu, 6 Oktober 2021.

"Kemudian kami mencapai 50 juta suntik kedua pada akhir Agustus dalam 7 minggu. Selanjutnya, 50 juta suntik dalam 5 minggu."

Laju vaksinasi yang semakin meningkat di atas menggerakkan Budi Gunadi untuk menaikkan target capaian penyuntikkan.

"Mudah-mudahan dengan kecepatan ini, kami menargetkan untuk mencapai penyuntikkan, yang tadinya 300 juta menjadi 325 juta suntik pada akhir tahun ini dan 400-420 juta suntik vaksin pada akhir tahun ini dan Januari tahun depan," imbuhnya.

Infografis COVID-19:

Infografis Percepatan Vaksinasi Covid-19 Terkendala Stok dan Birokrasi. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Percepatan Vaksinasi Covid-19 Terkendala Stok dan Birokrasi. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel