PBB Desak Negara Donor Bantu Pengungsi Suriah dan Negara Penampung

PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kepala badan pengungsi PBB, Rabu (13/3), mendesak negara donor agar menambah lagi dana untuk membantu pengungsi Suriah dan negara penampung, kata Wakil Juru Bicara PBB Eduardo del Buey.

Ketika berbicara selama kunjungannya ke Jordania, Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres mengatakan krisis pengungsi Suriah bukan cuma satu krisis dan memerlukan mekanisme dukungan khusus.

"Antonio Guterres memperingatkan mengenai konsekuensi yang menghancurkan bagi rakyat Suriah dan kestabilan regional jika tingkat dana tidak bertambah," kata wakil juru bicara PBB itu dalam taklimat harian di Markas PBB, New York. "Ia menyatakan tak mungkin ini bisa didanai oleh anggaran bantuan normal kemanusiaan.

Sewaktu berada di Jordania, Komisaris Tinggi PBB tersebut mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior pemerintah termasuk Raja Abdullah II bin Al Hussein, perdana menteri dan menteri luar negeri, kata Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi.

Negara Arab itu menampung lebih dari 450.000 pengungsi Suriah. Guterres mengatakan sekalipun makin banyak pengungsi membuat Jordania menghadapi masalah secara ekonomi dan sosial, negara tersebut telah menjadi tiang kestabilan regional dan memiliki catatan luar biasa dalam membantu pengungsi sebelum krisis saat ini, kata wakil juru bicara PBB.

Jumlah pengungsi bertambah secara drastis sejak awal tahun ini. Lebih dari 400.000 orang lagi meninggalkan Suriah ke negara tetangga --Lebanon, Jordania, Turki, Irak dan Mesir, dan makin banyak lagi ke Afrika Utara serta Eropa, demikian data yang dilaporkan oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR).

UNHCR menyatakan sekarang ada lebih dari satu juta pengungsi Suriah di wilayah itu, kebanyakan dari mereka tiba dalam keadaan trauma, tanpa punya harta dan kehilangan anggota keluarga. Separuh dari pengungsi tersebut adalah anak kecil, kebanyakan berusia di bawah 11 tahun.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.