PBB Galang Dana, Target Kumpulkan Rp 8,5 Triliun untuk Bantu Atasi Krisis di Afghanistan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, New York City - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan konferensi bantuan di Jenewa pada Senin (13/9) dalam upaya mengumpulkan lebih dari US$ 600 juta (Rp 8,5 T) untuk Afghanistan, memperingatkan krisis kemanusiaan di sana setelah pengambilalihan Taliban.

Bahkan sebelum perebutan Kabul oleh Taliban bulan lalu, setengah dari populasi - atau 18 juta orang - bergantung pada bantuan asing. Angka itu tampaknya akan meningkat karena kekeringan dan kekurangan uang tunai dan makanan.

Melansir Channel News Asia, Senin (13/9/2021), sumbangan asing secara seketika dihentikan ketika pemerintah Afghanistan yang didukung Barat lengser dan kemenangan berikutnya dari Taliban telah menambah lebih banyak tekanan pada program-program PBB.

Namun Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan organisasinya sedang berjuang secara finansial : "Saat ini PBB bahkan tidak mampu membayar gajinya kepada para pekerjanya sendiri," katanya kepada wartawan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Galang Dana

Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)
Pejuang Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Presiden Afghanistan Ghani telah pergi ke Tajikistan. (AP Photo/Zabi Karimi)

Konferensi Jenewa, yang dimulai pada Senin sore, dihadiri oleh pejabat tinggi PBB termasuk Guterres, kepala Komite Internasional Palang Merah Peter Maurer, serta puluhan perwakilan pemerintah termasuk menteri luar negeri Jerman Heiko Maas.

Sekitar sepertiga dari dana yang dicari, akan digunakan oleh Program Pangan Dunia PBB yang menemukan bahwa 93 persen dari 1.600 warga Afghanistan yang disurvei pada Agustus dan September tidak mengonsumsi makanan yang cukup, sebagian besar karena mereka tidak bisa mendapatkan akses terhadap uang tunai untuk membayarnya.

"Sekarang berpacu dengan waktu dan salju untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada orang-orang Afghanistan yang paling membutuhkannya," kata wakil direktur regional WFP Anthea Webb.

"Kami benar-benar memohon dan meminjam untuk menghindari stok makanan habis."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel