PBB Kecam Pelanggaran HAM oleh Korea Utara dan Iran

PBB (AFP/ANTARA) - Sebuah komite PBB pada Selasa mengeluarkan resolusi mengutuk pelanggaran hak asasi manusia oleh Korea Utara, Iran dan Suriah di tengah tekanan Barat yang berkembang untuk mengambil tindakan.


Sebuah pemungutan suara tahunan untuk Korea Utara disahkan melalui konsensus untuk pertama kalinya, bahkan sekutu dekatnya, China, tidak menentangnya.


Sejumlah besar negara mendukung sebuah resolusi terhadap Suriah, namun mayoritas yang mengutuk pelanggaran hak asasi Iran di Majelis Umum PBB semakin berkurang.


Resolusi pada Korea Utara, yang disiapkan oleh negara-negara Eropa, mengutuk "pelanggaran sistematis, meluas dan pelanggaran sipil, hak politik, ekonomi, sosial dan budaya" di negara penganut paham Stalin yang dikontrol ketat.


Menyoroti juga penggunaan kamp-kamp penyiksaan dan penjara dan pembatasan keras terhadap kebebasan bergerak.


Warga Korea Utara dapat dieksekusi karena mencoba meninggalkan negara itu, menurut aktivis dan reporter khusus PBB tentang Korea Utara, mantan menteri luar negeri Indonesia Marzuki Darusman, memperkirakan ada 150.000 hingga 200.000 orang di kamp-kamp penjara Korea Utara.


Seorang diplomat Korea Utara pada pertemuan tersebut, Kim Song, menyebut resolusi tersebut "terorisme politik negara." Ia menolak semua tuduhan terhadap negaranya.


China tidak menentang tapi bersama dengan sekutu lain seperti Iran berhasil diketahui menentang setiap resolusi yang berkonsentrasi pada satu negara.


Duta besar Norwegia untuk PBB, Geir Pedersen mengatakan tidak adanya suara menentang resolusi tersebut adalah "kejutan besar."


Isolasi Suriah diperdalam dengan resolusi yang menarik 10 negara lebih banyak dari tahun lalu, ketika diajukan kepada PBB untuk pertama kalinya sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dimulai.


Sebuah gerakan mengutuk "pelanggaran berat yang meluas dan sistematis" oleh pasukan pemerintah Assad dan milisi sekutunya telah didukung oleh 132 negara dan ditentang oleh 12 dengan 35 abstain.


Duta besar Suriah, Bashar Jaafari menolak resolusi.


"Negara saya menderita terorisme transnasional didanai oleh Teluk petrodolar dan difasilitasi oleh Turki dan politik didukung oleh negara-negara Eropa," ujarnya, menambahkan: “Hal itu akan menjadi bumerang bagi yang ada di belakangnya."


Sebuah kecaman serupa pada Iran disahkan dengan 83 suara mendukung, 31 menentang dan 68 abstain. Tahun lalu, 86 negara mendukung resolusi dan 32 menentang.


Resolusi, sekali lagi disiapkan oleh negara-negara Barat, mengecam penyiksaan dan eksekusi di Iran, pembatasan pada kebebasan dan kekerasan terhadap perempuan.


Duta besar Iran untuk PBB, Mohammad Khazaee mengatakan resolusi itu tidak seimbang dan berisi 150 tuduhan "tidak berdasar". Cina, Rusia dan Suriah berada di antara pihak yang memilih untuk menolak.


Semua resolusi yang disahkan oleh Komite Ketiga Majelis Umum, yang berkonsentrasi pada hak asasi manusia, tidak mengikat, tetapi mereka juga merupakan subyek dari lobi diplomatik yang sengit.


Resolusi akan beerjalan lewat pemungutan suara formal di Majelis Umum pada Desember saat itu keputusan akan lebih mudah diambil. (fr/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.