PBB Kumpulkan Bukti Mengejutkan Soal Dugaan Kejahatan Kemanusiaan Militer Myanmar

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan Selasa kemarin, pihaknya mengumpulkan banyak bukti dugaan kejahatan militer di Myanmar, termasuk kudeta tahun lalu.

Mekanisme Penyelidikan Independen PBB untuk Myanmar (IIMM) menyampaikan bukti-bukti tersebut mengindikasikan telah dilakukannya kejahatan internasional paling berat.

"Mekanisme (IIMM) telah mengumpulkan pokok-pokok informasi dalam jumlah signifikan termasuk video, foto, dan dokumen terkait potensi kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan di seluruh Myanmar oleh berbagai individu sejak Februri 2021," jelas laporan IIMM, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (10/8).

Militer Myanmar merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari 2021, menggulingkan pemerintahan sipil dan menangkap pemimpin de facto, Aung Saan Suu Kyi. Sejak saat itu, junta menumpas siapapun yang menentang kudeta.

"Para pelaku kejahatan ini harus tahu bahwa mereka tidak bisa terus bertindak dengan impunitas (kebal hukum)," jelas Ketua IIMM, Nicholas Koumjian.

"Kami sedang mengumpulkan dan mengamankan bukti tersebut agar suatu hari dapat dimintai pertanggungjawaban," tegasnya.

IIMM dibentuk Dewan HAM PBB pada September 2018 untuk mengumpulkan bukti kejahatan dan pelanggaran hukum internasional paling berat dan mempersiapkan gugatan untuk dakwaan kejahatan yang dilakukan sejak 2011. Berlokasi Jenewa, IIMM mulai bekerja sejak Agustus 2019 dan melaporkan setiap tahun ke Dewan HAM dan Majelis Umum PBB. [pan]