PBB luncurkan permohongan bantuan darurat 29 miliar dolar AS

Jenewa (AFP) - PBB pada Rabu (4/12) meluncurkan permohonan kemanusiaan buat hampir 29 miliar dolar AS, saat perubahan iklim dan konflik yang kian berlarut membuat puluhan juta orang memerlukan bantuan darurat.

Organisasi dunia Global Humanitarian Overview memperkirakan bahwa 168 juta orang di seluruh dunia akan memerlukan suatu bentuk bantuan darurat pada 2020, termasuk makanan, tempat berteduh dan perawatan kesehatan.

Jumlah itu menandai "rekor pada jaman modern", kata Koordinator Bantuan PBB Mark Lowcock kepada wartawan. Ia memberi penjelasan bahwa ia merujuk kepada masa sejak Perang Dunia II.

"Petempur memperlihatkan ketidak-pedulian total terhadap hukum kemansuiaan", dengan akibat warga sipil terjebak di dalam konflik sehingga makin mungkin mereka terusir atau mengalami trauma secara psikis, katanya. Ia menambahkan bahwa jumlah serangan terhadap sekolah dan instalasi kesehatan terus naik.

Selain itu, perubahan iklim telah meluncurkan peristiwa cuaca yang lebih ekstrem, terutama kemarau dan banjir, yang menyulut darurat kemanusiaan, katanya.

"Kebenaran brutal ialah bahwa 2020 akan menjadi tahun sulit buat jutaan orang," kata Lowcock.

Dari 158 juta orang yang diperkirakan memerlukan bantuan tahun depan, 28,8 miliar dolar AS (26 miliar dolar euro) yang PBB minta ditujukan buat 109 juta orang yang paling memerlukan dan yang organisasi PBB akan bantu.

PBB sedang berusaha memperoleh lebih dari tiga miliar dolar guna menangani krisis kemanusiaan di Yaman dan Suriah, dua negara yang paling memerlukan.

Venezuela adalah negara tempat kebutuhan telah meningkat dalam satu tahun belakangan ini.

PBB berusaha memperoleh hampir 740 juta dolar AS buat Venezuela untuk 2019, tapi karena krisis politik dan ekonomi yang memporak-porandakan negeri tersebut telah meningkat, jumlah itu pun telah naik jadi 1,35 miliar dolar.