PBB Peringatkan Wabah Kolera di Suriah Bisa Jadi Ancaman Serius

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah daerah di Suriah dilanda wabah kolera. PBB menyebut wabah ini merupakan ancaman serius bagi masyarakat Suriah dan kawasan sekitarnya. Perwakilan PBB di negara itu juga menyerukan agar dilakukan tindakan segera untuk menghentikan penyebaran wabah.

Koordinator Penduduk dan Kemanusiaan PBB, Imran Riza menyampaikan, wabah ini diyakini terkait dengan irigasi pertanian yang menggunakan air yang telah terkontaminasi dan air minum yang dikonsumsi warga dari Sungai Eufrat tidak aman.

Hancurnya infrastruktur air nasional setelah perang satu dekade lebih menyebabkan warga Suriah bergantung pada sumber air yang tidak sehat.

Dilansir Al Arabiya, Rabu (14/9), Direktur Kedaruratan Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Wilayah Mediterania Timur, Richard Brennan mengatakan pihaknya mencatat ada delapan korban jiwa akibat wabah ini sejak 25 Agustus; enam di Aleppo di Suriah utara, dan dua di Deir al-Zor, Suriah timur.

"Ini wabah kolera terkonfirmasi pertama dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran geografis mengkhawatirkan dan kita harus bergerak cepat," jelasnya kepada Reuters melalui telepon.

Wabah ini terpusat di Aleppo, di mana ditemukan 70 persen lebih dari seluruh kasus yang totalnya 936. Sedangkan di Deir al-Zor dilaporkan 20 persen dari total kasus suspek. Beberapa kasus kolera lainnya dilaporkan di Raqqa, al-Hasaka, Hama, dan Lattakia.

Sebelum wabah kolera muncul, krisis air di negara itu menyebabkan munculnya sejumlah penyakit seperti diare, gizi buruk, dan penyakit kulit. WHO meminta para pendonor meningkatkan jumlah sumbangan mereka untuk mengatasi wabah ini. [pan]