PBB: Suriah Jadi 'Ladang' Perang Sipil

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Suriah sekarang dalam keadaan perang saudara dengan lebih dari 4.000 tewas dan meningkatnya jumlah tentara membelot mengangkat senjata melawan pemerintah Presiden Bashar Assad. Demikian siaran resmi Komisi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Di atas kertas, angka tewas mencapai 4.000 orang, tapi di lapangan jauh lebih banyak dari itu," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay dalam sebuah konferensi pers.

Agustus lalu, ia mengingatkan akan kekhawatirannya terjadi perang saudara. Kini, dugaannya terbukti, dengan banyaknya tentara yang membelot dan bergabung dengan pemberontak.

Terkait dengan konflik di negara itu, sanksi Suriah diharapkan akan luas. Para diplomat mengatakan, sanksi mempengaruhi segala sesuatu dari penjualan perangkat lunak komputer dan asuransi untuk perbankan  hingga travel warning dan pembekuan aset untuk 12 orang dan 11 entitas.

Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi lebih lanjut pada Kamis terhadap dua pejabat Suriah dan dua perusahaan untuk mendukung pemerintah Suriah dan mendesak tekanan untuk mengakhiri kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Set Muhammad Makhluf, paman dari Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan Aus Asla yang digambarkan sebagai seorang jenderal di militer Suriah dibekukan. Amerika juga melarang warganya melakukan transaksi dengan mereka.

Pada Ahad, Liga Arab menyetujui serangkaian sanksi keuangan terhadap Suriah. Sanksi-sanksi itu diyakini termasuk larangan perjalanan pada para pejabat senior Suriah dan menghentikan penerbangan komersial ke negara itu. Hubungan dengan bank sentral Suriah akan dihentikan, namun komoditas dasar yang diperlukan oleh orang-orang Suriah akan dikecualikan dari daftar sanksi.

Langkah untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah didukung oleh 19 dari 22 negara Liga Arab.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.