PBB Undang Boateng ke Acara Anti Diskriminasi Ras

Liputan6.com, Milan : Tindakan pemain tengah AC Milan Kevin-Prince Boateng yang melakukan walk-out karena mendapat pelecehan rasial saat menjalani laga persahabatan antara Milan dan Pro Patria, 3 Januari 2013 lalu, menuai banyak pujian.

Setelah mendapat pujian dari sesama pesepakbola, seperti Nigel de Jong, Rio Ferdinand, dan Vincent Kompany; mantan pemain Portsmouth dan Tottenham Hotspur ini kini dilirik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Bahkan sebelumnya, Boateng pun mendapat pujian dari Presiden FIFA Sepp Blatter, meski pun Blatter mengatakan apabila walk-out bukanlah solusi yang tepat.

Oleh karena itu, PBB pun menawarkan dukungan kepada Boateng dengan mengundang pemain asal Ghana untuk menghadiri acara tahunan dengan tema Kepedulian Atas Rasisme, yang telah di adakan sejak 21 Maret 1966.

"Pemain tengah Milan Kevin-Prince Boateng telah diundang dalam perayaan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Internasional yang diadakan PBB pada Kamis, 21 Maret," ujar manajemen Milan melalui situs resmi dari klub berjuluk Il Diavolo ini. "Acara ini akan diadakan di Gedung Nasional Genewa dan akan membahas tentang rasisme di olah raga," jelas manajemen Milan.

Berita ini pun memperkuat alasan Serie A untuk tidak menghukum Boateng dalam insiden walk-out yang bukan hanya dilakukan Boateng, tapi juga dilakukan oleh staf pelatih Milan seluruhnya.

Hakim Serie A Giampaolo Tosel pun akhirnya angkat bicara dan menegaskan apabila tindakan Boateng tidak mendapat hukuman. "Dalam sepak bola, tidak ada tim yang dapat menghentikan pertandingan, semuanya bergantung pada keputusan wasit," jelas Tosel.

"Namun, apabila seorang pemain mendapat pelecehan dan rekan-rekan setimnya ikut untuk menunjukan solidaritasnya untuk mendukung rekannya tersebut, maka klub tersebut tidak dapat dihukum," terang Tosel. Atas alasan inilah maka hakum tidak akan menghukum Milan," Tosel menegaskan.(Sky Sports/Gan)