PBSI berikan arahan non-teknis bagi pemain turnamen beregu Eropa

·Bacaan 2 menit

Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan arahan tambahan dari segi non-teknis kepada seluruh anggota tim Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber sebelum bertolak ke Eropa sebagai upaya pemantapan materi latihan, Rabu.

Arahan yang dikemas dalam bentuk diskusi ini diikuti jajaran pelatih, atlet, dan tim pendukung seperti tim medis, ahli gizi, dan psikolog.

"Lewat kegiatan ini persiapan tim Piala Sudirman, Thomas dan Uber diharapkan jauh lebih mantap. Mulai dari tim medis, dokter gizi hingga psikolog akan mendukung agar pemain bisa berjuang maksimal dan memberikan yang terbaik," kata Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta lewat keterangan resminya di Jakarta.

Salah satu tema diskusi ini ialah soal penanganan cedera saat turnamen. Sosok yang memberikan pemahaman dari tema ini adalah Kepala Tim Medis Pelatnas PBSI Nicolaas C. Budhiparama.

Menurut dokter Nicolaas, pencegahan dan penanganan cedera menjadi aspek vital jika berhubungan dengan cita-cita timnas yang mengusung target besar dari turnamen akbar.

Baca juga: PBSI perketat persiapan tim Piala Sudirman jelang keberangkatan

Oleh karenanya, program pelatihan yang dijalani atlet harus disusun dan direncanakan dengan baik oleh para pelatih.

"Ini yang harus dijaga, komunikasi atlet dan pelatih perlu terbuka. Kalau ada yang cidera, tolong segera disampaikan agar lebih cepat ditangani," tutur Nicolaas.

Sementara Ventinly dan Paulina sebagai dokter gizi, memberikan pengarahan seputar gizi olahraga dan pengaturan suplemen bagi atlet.

"Menyangkut asupan nutrisi, para pemain harus memperhatikan sejak awal ketika masih berlatih di Pelatnas Cipayung. Selain itu, asupan nutrisi juga harus seimbang sesuai kebutuhan masing-masing atlet," tutur dokter Ventinly.

Dari aspek psikologi, Skuad Merah Putih diingatkan untuk memiliki visi-misi yang sama untuk memboyong piala bergengsi dari tiga kejuaraan ke Tanah Air.

"Agar menang di tiga kejuaraan itu harus dicapai secara berkelompok. Ketika sebuah kemenangan diraih, itu berarti merupakan kemenangan bersama. Sebaliknya, saat kalah juga dirasakan bersama. Karena itu, kita harus memiliki visi dan misi yang sama untuk merebut piala," ujar Endro Wibowo selaku psikolog PBSI.

Baca juga: Program latihan sudah matang, Tim Piala Sudirman siap tanding
Baca juga: PBSI kirim 20 atlet dalam skuad Piala Sudirman 2021
Baca juga: PBSI jelaskan alasan pemilihan empat pemain muda ke Piala Sudirman

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel