PBSI buka peluang untuk sponsor baru

Jafar M Sidik
·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Agung Firman Sampurna menyatakan akan membuka peluang kepada berbagai perusahaan swasta agar mensponsori turnamen-turnamen bulu tangkis.

Agung tak menyangkal bahwa memang ada beberapa perusahaan yang salah satunya Djarum Foundation yang selama ini penyokong utama dalam pembinaan dan penyelenggaraan sejumlah turnamen besar bulu tangkis Indonesia. Namun tak menutup kemungkinan mengajak kerja sama perusahaan lain untuk berpartisipasi mensponsori turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan PBSI.

“Saya pikir ada satu sampai dua perusahaan dalam lima hingga 10 tahun terakhir ini yang berpartisipasi di PBSI. Tapi tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan lain akan ikut berpartisipasi,” kata Agung di sela pengumuman pengurus baru PP PBSI di Jakarta, Rabu.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu yakin akan banyak sponsor yang berminat berpartisipasi mendanai kegiatan PBSI.

Djarum Foundation selama ini dikenal sebagai sponsor utama yang aktif mendanai berbagai kegiatan PBSI, termasuk turnamen-turnamen besar seperti Indonesia Masters dan Sirkuit Nasional (Sirnas).

Baca juga: Rionny Mainaky resmi urusi pembinaan prestasi bulu tangkis nasional

Indonesia Open pun tak lepas dari dukungan Djarum dengan sponsor utama Blibli yang juga e-commerce milik Djarum.

Namun kontrak Djarum Foundation sebagai sponsor PBSI akan berakhir 31 Desember 2020.

Berkaitan dengan itu, Agung menyatakan bakal mengkaji ulang pola kerja sama yang diterapkan dan yang pasti bakal membuka pintu seluas-seluasnya kepada semua perusahaan untuk mensponsori bulu tangkis Indonesia selain Djarum.

“Djarum adalah salah satu (sponsor) di antaranya. Tidak hanya Djarum, kami juga akan memberikan kesempatan berbagai perusahaan swasta yang ingin berpartisipasi di kegiatan bulu tangkis Indonesia,” tuturnya.

Namun jika nanti PB Djarum dan PBSI sepakat melanjutkan kerja sama, Agung memastikan pola kerja sama nanti akan berubah dari sekadar corporate social responsibility (CSR) menjadi bisnis.

“Pola (kerja sama) akan bergeser dari sekadar charity menjadi lebih profesional business to business dan menjadi corporate branding,” pungkas dia.

Baca juga: PBSI rangkul Kapolda hingga Kabareskrim jadi pengurus baru 2020-2024