PBSI Imbau Pebulutangkis Segera Divaksin Jelang Swiss Open dan All England

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno, mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (17/2/2021) siang. Rapat yang diadakan melalui aplikasi Zoom Meeting ini menghasilkan kesimpulan berupa usulan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar atlet bulutangkis yang akan berlaga di Swiss Open dan All England segera diberikan vaksin virus corona.

Berlangsung selama 90 menit, rapat dihadiri oleh Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, perwakilan dari KONI, Kementerian Kesehatan, juga beberapa cabang olahraga lainnya. Edi Sukarno turut memberikan usulan agar ofisial dan seluruh orang yang terlibat pelatnas mendapatkan vaksin.

"Tadi saya mewakili PBSI, Zoom Meeting dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Deputi 4, kemudian beberapa yang mewakili Kementerian Kesehatan, KONI, dan beberapa cabang olahraga yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin," tutur Edi kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya mengusulkan tadi kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga agar kalau bisa tidak hanya atlet-atlet yang akan diberangkatkan mengikuti berbagai kegiatan, tetapi juga semua atlet yang ada di pelatnas nantinya diberikan vaksin. Sebab semua atlet yang ada di pelatnas adalah atlet yang berprestasi," jelas Edi.

"Saya juga mengusulkan tidak hanya atlet yang divaksin, tapi juga ofisial, pelatih, tim pendukung, dan bahkan saya minta seluruh Pengurus Pusat dan karyawan juga divaksin. Tapi sepertinya itu agak sulit ya, yang diprioritaskan hanya atlet dan pelatih yang mendampingi atlet," tambahnya.

Dalam waktu dekat, PBSI akan mengirimkan skuad Indonesia ke turnamen Swiss Open yang akan diselenggarakan 2-7 Maret mendatang. Rencanannya, tim Indonesia akan berangkat pada 25 Februari, sehingga PBSI berharap para atlet dan official yang berangkat untuk segera divaksin.

"Paling dekat yang harus mendapatkan vaksin adalah atlet, pelatih, dan tim pendukung yang akan berangkat ke Swiss mengikuti Swiss Open tanggal 2-7 Maret, dan mereka akan diberangkatkan 25 Februari," kata Edi.

"Saya tadi minta kalau bisa sebelum 25 Februari ini, mereka yang ke Swiss Open itu sudah diberikan vaksin," ucapnya.

Kurangi Kekhawatiran

Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, bersama Jonatan Christie dan Anthony Ginting foto bersama usai latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (9/7). Latihan ini persiapan jelang Indonesia Open 2019. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, bersama Jonatan Christie dan Anthony Ginting foto bersama usai latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (9/7). Latihan ini persiapan jelang Indonesia Open 2019. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sementara untuk pertandingan selanjutnya, yaitu All England yang akan digelar 17-21 Maret, di Birmingham, Inggris. Edi pun berharap tim yang akan mengikuti ajang kejuaraan bulutangkis tertua di dunia ini pun segera divaksin sebelum keberangkatan.

"Kemudian rombongan berikutnya diberangkatkan ke Birmingham, Inggris untuk mengikuti All England dari 17-21 Maret. Kami juga minta, supaya mereka sebelum mengikuti All England, juga harus divaksinasi," ungkap Edi.

"Jawaban dari mereka akan diupayakan. Saya minta kalau bisa vaksinnya di Pelatnas saja, jadi tidak harus keluar dari Pelatnas. Tapi itu semua tergantung dari para pengambil kebijakan. Apakah nanti di sini, atau di luar. Sebab tadi dari penjelasan Sekretaris Kemenpora, itu akan dihadiri oleh Bapak Presiden. Tapi entah kapannya, kita tidak tahu," jelasnya.

Menurut Edi, vaksinasi ini sangat penting untuk diberikan kepada para atlet, karena bisa menambah rasa percaya diri. Terlebih, jika vaksin sudah diberikan, setidaknya akan mengurangi rasa khawatir mereka saat menjalani pertandingan.

"Kalau vaksin ini diberikan kepada atlet kita, itu akan menambah semangat, kepercayaan diri atlet pasti akan tumbuh, dan tidak ada rasa khawatir segala macam. Itu kan mungkin bisa berpengaruh pada penampilan mereka dalam bertanding," Edi menjelaskan.

"Kalau mereka sudah percaya diri, sudah divaksin, tapi tetap juga harus mengikuti prokes. Walaupun sudah divaksin, tetap mengikuti jaga jarak, dari kerumunan dan pakai masker. Itu yang penting," imbaunya.

Video