PBSI Yakin Indonesia Tak Lagi Nyaris Juara di Piala Sudirman

·Bacaan 2 menit

VIVA –Tim Badminton Indonesia harus mengakhiri masa paceklik gelar di Piala Sudirman 2021. Sudah 30 tahun lamanya trofi supremasi turnamen bulutangkis beregu campuran ini tak mau singgah ke Tanah Air.

Indonesia tercatat sudah tujuh kali terhenti di babak semifinal, yaitu pada tahun 1997, 1999, 2003, 2009, 2011, 2015 dan 2019.

Selain itu, Merah Putih enam kali masuk final pada 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, 2007 dan baru sekali juara pada edisi perdana 1989 di Istora Senayan, Jakarta.

Hasil yang diraih Indonesia sekaligus membuktikan bahwa Merah Putih hanya nyaris jadi juara setelah edisi perdana. Padahal, Piala Sudirman dipelopori bapak bulu tangkis Indonesia, Dick Sudirman.

Saat ini, PBSI sudah menargetkan menjadi juara dan membawa pulang trofi Piala Sudirman. Demikian itu dikatakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky.

"Prinsip saya, setiap turnamen targetnya harus juara. Semoga tahun ini Piala Sudirman bisa kita bawa kembali ke Indonesia," kata Rionny dalam rilis yang diterima VIVA.

Rionny menuturkan, Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan sudah siap dan termotivasi untuk membawa pulang Piala Sudirman.

Rionny juga mengaku sudah mempersiapkan program-program khusus dalam latihan demi asa mengembalikan lambang supremasi bulutangkis dunia tersebut.

Bahkan, ia juga berencana untuk menggelar simulasi dalam waktu dekat sebagai rangkaian persiapan Piala Sudirman 2021.

"Berkaca dari pengalaman di (Olimpiade) Tokyo, apa yang kurang harus dibenahi, termasuk nanti kami akan menggelar simulasi dalam waktu dekat sebagai rangkaian dari melihat kesiapan tim," ungkap Rionny.

Undian babak penyisihan grup Piala Sudirman 2021 sudah rampung di markas BWF di Kuala Lumpur Malaysia, pada Rabu 25 Agustus 2021.

Hasilnya, Indonesia unggulan 3/4 yang menghuni Grup C bersama Denmark, ROC (Russian Olympic Committee), dan Kanada.

Hasil undian ini juga menjadi pertemuan yang ke-10 Indonesia dengan Denmark di penyisihan grup Piala Sudirman.

Kedua negara ini pernah saling bertemu di fase grup. Denmark memiliki kekuatan merata seperti Viktor Axelsen (tunggal putra), Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (ganda putra) dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

Sebagai informasi, Piala Sudirman menerapkan format best-of-five. Mempertandingkan lima partai, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel