PD Pasar Bermartabat Terus Lacak Temuan Kasus Positif Corona COVID-19 di Pasar Tradisional

Liputan6.com, Bandung - A Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Herry Hermawan memastikan, temuan kasus positif COVID-19 di Pasar Pasar Leuwipanjang telah tertangani dengan baik. Pedagang yang terindikasi positif COVID-19 telah melakukan isolasi mandiri dan kini pihaknya tengah melakukan pelacakan.

Herry menjelaskan pada pekan lalu, telah dilakukan rapid test kepada 30 orang pedagang di Pasar Leuwipanjang. Dari hasil tersebut, mulanya didapatkan tiga orang reaktif. Namun saat diuji melalui swab test, hanya satu orang yang terindikasi positif COVID-19.

“Satu pedagang hasil rapid test pada Selasa (2/6/2020) ada positif. Kemudian di-swab test pada Jumat (5/6/2020) ternyata positif. Oleh karena itu langsung diisolasi oleh lingkungan rumahnya di Cibiru,” ujar Herry dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 Juni 2020.

Adanya hal tersebut, Herry langsung mengisolasi satu blok komoditas basahan di Pasar Leuwipanjang. Setelah berdiskusi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, diambil keputusan tersebut untuk memudahkan pelacakan.

Herry mengatakan pekan ini PD Pasar Bermartabat bersama Dinkes akan kembali melakukan tes kepada pedagang. Tes merupakan upaya melacak penyebaran.

“Kami mengisolasi blok pasar di Leuwipanjang, yang lain tetap buka. Kita memerlukan data untuk tes Rabu dan Kamis pekan ini. Mereka (pedagang) harus datang Rabu dan Kamis,” kata Herry.

 

Penyemprotan Disinfektan

Sementara itu sebagai upaya pencegahan, PD Pasar juga telah menyemprotkan disinfektan ke seluruh area Pasar Leuwipanjang. Kemudian mendata para pedagang sebagai upaya awal pelacakan.

Pelacakan telah dilakukan pekan lalu, dimulai dengan mendata 50 persen pedagang. Sementara jumlah seluruh pedagang pasar sebanyak 250 pedagang.

“Sekarang kita lanjutkan lagi pendataan dan nanti Rabu dan Kamis tinggal tes,” jelas Herry.

Untuk sementara waktu, Herry meminta masyarakat tidak perlu takut berbelanja ke pasar. Namun warga harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak. 

Karena selain menjaga diri juga sekaligus melindungi orang lain agar tidak terpapar. Sehingga pelacakan hingga ke tingkat keluarga di rumah itu sudah terblokir, akibat sudah tersaring di lapangan.

“Untuk di lokasi pasar itu samping-sampingnya sudah dites itu tidak ada, negatif. Tapi kalau pembelinya yang ‘mobile’ kita tidak tahu. Makanya akan kita tes lagi,” ungkap Herry. (Arie Nugraha)