PDI Perjuangan Jawa Barat gagas "Ekspedisi Trisakti" daki lima gunung

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengutarakan gagasan tentang Ekspedisi Trisakti, yakni mendaki lima gunung di Jawa Barat, yang akan digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-77 Republik Indonesia (17 Agustus 2022 ).

"Ibu Ketua Umum (DPP PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri, mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Namun sayangnya belum dimanfaatkan secara maksimal terutama dalam kehidupan sehari-hari kita. Sehingga sesuai arahan beliau kami mengusulkan Ekspedisi Trisakti" kata dia, dalam keterangan persnya, Minggu.

Usulan itu diutarakan dia saat DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi 3 Pilar Partai bersama Ketua Keanggotaan dan Organisasi DPP PDI Perjuangan, Sukur H Nababan, di Hotel Santika Bekasi, Sabtu (16/7).

Baca juga: Demokrat sebut terbuka berkomunikasi dengan PDI Perjuangan

Surono menjelaskan alasan mengapa gagasan tersebut dinamakan Ekspedisi Trisakti, hal itu karena selaras dengan ajaran Bung Karno tentang sesanti Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. "Jadi tidak hanya sekedar mendaki gunung atau gagah-gagahan tapi ada bagainama kedaulatan pangan menjadi prioritas kita," kata dia.

Menurut dia, Ekspedisi Trisakti ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisir potensi sumber pangan di Jawa Barat di wilayah DAS meliputi gunung, hutan/rimba, laut dan pantai.

Selain itu, kata dia, menemukan sumber pangan alternatif yang memenuhi kandungan gizi yang baik, murah, mudah didapat dan dapat ditanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan memetakan lahan kritis dan potensi dalam rehabilitasi DAS.

Baca juga: PDI Perjuangan segera resmikan Kantor DPC Bandung

Ekspedisi Trisakti ini juga bertujuan mendapatkan data dan informasi jenis tanaman endemik di Jawa Barat, khususnya di wilayah DAS dan memiliki rencana pelestariannya.

"Kami berharap dengan Ekspedisi Trisakti ini dapat membangun kerjasama dengan semua pihak (stakeholders) yang erat kaitannya dalam mewujudkan hutan lestari, pengeleloaan daerah aliran sungai yang memberikan manfaat ekonomi, ekologis dan ekosistem, baik dalam bentuk sumber pangan untuk rakyat, maupun aspek lainnya," kata dia yang juga ketua Ekspedisi Trisakti ini.

Sementara itu, Nababan mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk tetap solid pada momentum Rapat Koordinasi 3 Pilar Partai. "Fokus konsolidasi dan memperkuat organisasi, bangun kekompakan organisasi kepartaian hingga level paling bawah, yaitu level RT-RW atau anak ranting. Kuatkan kesolidan partai hingga ke akar rumput," kata dia.

Baca juga: Megawati perintahkan fraksi PDI Perjuangan turun ke rakyat

Dalam arahannya, dia mengingatkan inti konsolidasi PDI Perjuangan yang harus diingat kader dan seluruh Tiga Pilar Partai (eksekutif, legislatif, struktural partai)

Menjelang kontestasi politik pada 2024, kata dia, seluruh kader harus fokus membangun konsolidasi organisasi dan bekerja bersama dengan rakyat.

Dalam pengarahannya, dia juga menginstruksikan agar kader PDI Perjuangan untuk bekerja keras dan turun ke bawah bersama rakyat. Ia meminta semua kader banteng untuk menjaga kesantunan dalam berpolitik, demi keutuhan NKRI sesuai ideologi partai yakni Pancasila.

"Banyak yang bisa dikerjakan dan ambil inisiatif, tidak perlu menunggu instruksi. Mari bergerak bersama rakyat, selesaikan persoalan rakyat dan melakukan pergerakan membangun masa depan. Ciptakan program partai yang melibatkan rakyat, supaya terlihat jelas PDI Perjuangan terus aktif berkegiatan demi rakyat," lanjut dia.

Baca juga: Puan ajak kader di Banyumas menangkan PDIP pada Pemilu 2024

Ia juga menyinggung soal aplikasi Media Pintar Perjuangan (MPP) yang merupakan alat perjuangan sekaligus ruang berbagi pengetahuan, informasi, dan pengalaman yang bisa diunduh di Playstore dan App Store.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel