PDI Perjuangan Resmi Calonkan Artis Jadi Caleg  

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sudah memiliki nama-nama pesohor yang resmi dicalonkan masuk daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Nama-nama ini antara lain, penyanyi Edo Kondologit, presenter Nico Siahaan dan Sony Tulung, serta Yessy Gusman. "Kami mencari figur yang tidak hanya pajangan, tetapi mampu menjadi anggota Parlemen," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di kantor PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2012. 

Menurut Tjahjo ada sejumlah pesohor lain yang mendaftar menjadi caleg. Tjahjo menjelaskan, artis yang melamar lewat partai berlogo banteng ini tidak otomatis lolos. Anggota Komisi Pertahanan DPR ini menuturkan, artis-artis ini mesti melewati tahapan psikotes sebelum menjadi caleg. 

Selain pesohor, Tjahjo menjelaskan ada pula direktur jenderal kementerian aktif melamar lewat partai banteng. Dia, kata Tjahjo, bahkan siap mundur jika namanya masuk dalam daftar caleg. Selain pejabat di kementerian, ada juga sejumlah wartawan media nasional dan purnawirawan TNI yang ingin masuk parlemen lewat PDI Perjuangan. "Ini masih dipertimbangkan," kata Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan, calon di luar kader ini diprioritaskan untuk daerah dimana PDI Perjuangan tidak memiliki wakil. PDI Perjuangan tidak memiliki wakil di parlemen di sembilan provinsi. Menurut Tjahjo, partai tidak akan mendikotomi artis atau non-artis. Menurut dia, yang paling penting PDI Perjuangan ingin daftar caleg sesuai dengan undang-undang. "Misalnya memenuhi kuota 30 persen perempuan," ujarnya. 

Kebijakan lain, PDI Perjuangan adalah tidak melarang suami istri dan anak mencalonkan diri selama berstatus kader. Syaratnya, mereka tidak maju melalui daerah pemilihan yang sama. 

WAYAN AGUS PURNOMO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.