PDIB Dorong Revisi UU Praktik Kedokteran, Minta Organisasi Dokter Tak Hanya IDI

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung mendesak revisi Undang-Undang (UU) Praktik Kedokteran. Melalui revisi ini, dia berharap PDIB bisa setara dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurut James, selama ini organisasinya berseteru dengan IDI di lapangan karena persoalan status organisasi profesi.

"IDI dan PDIB berseteru di berbagai tempat dan di media untuk disebut sebagai organisasi profesi ini masalahnya," kata James di ruang rapat Komisi IX DPR-RI, Senin (20/6).

James menjelaskan, bahwa PDIB sudah legal sebagai organisasi melalui SK Kemenkumham yang dikeluarkan pada 2016. Tetapi belum memiliki hak yang sama seperti IDI.

Menurutnya, selama ini IDI merasa sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter yang diakui negara.

"Jadi dua-duanya udah diakui oleh pemerintah sudah ada SK Kemenkumham anggota udah diakui oleh pemerintah, tapi dalam UU Praktik Kedokteran ini ada pasal yang mengunci dengan kata-kata IDI, maka IDI mengatakan yang lain itu bukan IDI. Ini akan bergulir terus kalau tidak secepatnya diselesaikan," paparnya.

Karena itu, James menuntut revisi UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran terutama pasal-pasal tentang organisasi profesi dokter.

"Harus tegas karena ini akan memberikan kepastian hukum karena kalau tidak jelas akan justru membingungkan jadi tujuan untuk menjernihkan pada masyarakat sehingga pemahaman masyarakat tidak macam-macam," ucap James.

James menyebut pihaknya tidak menyalahkan IDI sebagai sesama organisasi profesi dokter. Namun, dia meminta negara membuka ruang bagi organisasi profesi dokter agar bisa lebih dari satu, bukan hanya IDI.

"Inilah yang kita mau pemerintah menyatakan organisasi dokter lebih dari satu. Bahkan sebenarnya secara tidak terlalu heboh PDIB sudah diakui negara sejak 2016. Tapi kita low profile," imbuhnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel