PDIP Bali Tersinggung oleh Mangku Pastika

TEMPO.CO, Denpasar - Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan merasa tersinggung dan dilecehkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Hal itu terkait dengan pernyataan Pastika yang menyarankan agar PDI Perjuangan berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung dirinya dalam Pilgub Bali 2013.

"Peryataan itu tidak etis karena sampai saat ini, Pastika adalah gubernur yang diusung oleh PDIP pada Pilkada 2008," kata Ketua DPD PDIP Bali Cok Ratmadi, Jumat 18 Januari 2013.

Pernyataan Pastika itu, kata Cok, seolah-olah telah menempatkan PDIP sebagai partai kecil yang hanya memanfaatkn momentum Pilkada untuk mencari kedudukan. "Bagi kami pilkada juga merupakan momentum bagi penyegaran dan perkaderan," tegasnya dalam konferensi pers yang dihadiri sejumlah DPC PDIP.

Pernyataan Pastika itu terungkap ketika dia menceritakan pertemuannya dengan suami Ketua Umum PDIP, Taufik Kiemas pada Rabu 16 Januari 2013. Pastika menyebut dirinya diminta oleh Taufik untuk kembali berpaket dengan kader PDIP AA Puspayoga yang saat ini menjadi wakil gubernur.

Dalam pertemuan itu, Pastika mengaku menolak tawaran Kiemas. Pastika mengaku sudah terlanjur diusung oleh koalisi Partai Golkar dan Demokrat. Kalau ingin mengusung dirinya, Pastika menyarankan PDIP bergabung dengan Golkar dan Demokrat.

Menurut Cok Ratmadi, pernyataan Pastika itu tidak etis. Seharusnya, kata dia, jika Pastika merasa sebagai kader PDIP, dia seharusnya bersabar menunggu proses penjaringan di PDIP. "Tidak benar kami membuang dirinya sebagaimana yang disampaikan kepada Bapak Taufiq Kiemas," katanya. Sampai saat ini, PDIP memang belum menentukan siapa calon gubernur yang akan mereka usung dalam Pilkada Bali. Pada Pilkada sebelumnya, Pastika diusung PDIP.

ROFIQI HASAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.