PDIP Gaungkan Hidup Bersih dan Sehat demi Perkuat Imunitas

·Bacaan 2 menit

VIVA – PDI Perjuangan menggaungkan kampanye 'politik hijau'. Walaupun di tengah masa pandemi COVID-19 saat ini, gerakan penghijauan dianggap tidak boleh berhenti sedikit pun.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, partainya akan tetap melanjutkan sejumlah progarm seperti menanam pohon dan membersihkan sungai seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Karena jika dipahami secara mendalam, gerakan tersebut juga sebagai upaya masyarakat agar menjaga lingkungannya sehingga terhindar dari sumber penyakit.

"Kita terus diinstruksikan oleh ibu ketua umum untuk melaksanakan satu penghijauan, menjaga lingkungannya bersih, yang sehat, melanjutkan gerakan menanam, membersihkan sungai, got, saluran-saluran air karena itu juga yang menjadi sumber penyakit," kata Hasto dalam acara renungan Tragedi 27 Juli 1996 atau biasa disebut Kudatuli, Selasa 27 Juli 2021.

Acara ini diketahui sekaligus rapat DPP partai ke-103 untuk tahun ini. Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Hasto mengatakan, seluruh kader PDIP juga diinstruksikan untuk terus menanam sepuluh tanaman pendamping beras. Menurut dia, pesan ini terus menerus disampaikan karena bagian dari perjuangan yang harus dilakukan di tengah pandemi. Tujuannya, tentu mengedukasi masyarakat sekaligus supaya memastikan tidak kekurangan pasokan bahan makanan.

Pada kesempatan itu, Hasto pula mengajak seluruh kader, sebagaimana diminta oleh Megawati, untuk merenungi peristiwa Kudatuli. Oleh karenanya, seluruh gerak partai, mulai dari politik penghijauan hingga yang bersifat kemanusiaan, diperlukan turun ke bawah bersama rakyat atau wong cilik.

"Melalui peringatan 27 Juli ini agar demokrasi arus bawah, demokrasi yang terbukti efektif menjadi penopang utama kekuatan partai kita untuk terus kita galang dengan sebaik-baiknya. Dengan turun ke bawah menyatukan diri dengan kehidupan rakyat itu sendiri," kata Hasto.

"Dengan peringatan 27 Juli ini akan semakin membangun komitmen kita bagi bangsa dan negara. Karena sebagaimana kata Bung Karno, tidak ada perjuangan yang sia-sia selama perjuangan itu ditujukan bagi kepentingan bangsa dan negara," sambung Hasto.

Politisi asal Yogyakarta itu juga menyampaikan, berdasarkan instruksi Megawati, kader seluruh Indonesia diminta untuk terus bergotong royong membantu rakyat di tengah pandemi. Instruksi itu berlaku, baik kader yang duduk di eksekutif, legislatif dan sturktural partai.

Dari partai, organ sayap Baguna, sudah bekerja untuk memberikan bantuan, seperti mendirikan dapur umum dan bantuan lainnya yang dibutuhkan.

"Sejak awal kami menerima instruksi secara detail dari ibu ketua umum, bagaimana partai terus bergerak, bergotong royong dengan seluruh napas kerakyatan kita membangun dapur-dapur umum, kemudian membagikan jamu, obat bagi rakyat agar imunitas tubuh semakin menguat. Kami juga mendorong agar dilakukannya vaksin secara gratis bagi rakyat," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel