PDIP Ingatkan Wakil Partai di DPR dan Pemerintah Perjuangkan Anggaran untuk Seni Budaya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) ingin terus mengembangkan budaya nasional dengan kebijakan yang menjaga seni budaya daerah. Bahkan, PDIP membuat kebijakan agar para wakil partai yang duduk di eksekutif dan legislatif memperjuangkan anggaran untuk seni budaya.

PDIP sendiri selalu menghadirkan nuansa seni untuk membangkitkan wajah Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika di setiap acara yang digelar. Hal itu sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Di pembukaan PON XX kebudayaan Papua ditampilkan sangat baik sehingga ke depan warna seni budaya diharapkan terlihat di kantor partai. Partai tidak hanya melulu bicara politik," kata Kepala Badan Kebudayaan Nasional PDIP Aria Bima saat memberikan materi di Rakerda DPD PDIP Papua Barat, Sabtu, (9/10/2021).

"Mari jadikan panggung seni budaya jadi panggung permanen.Tidak sekedar mangalungkan mahkota atau manik-manik ke tamu. Seni budaya jadi pangggung politik dalam anggaran daerah dengan komitmen untuk mengembangkan seni daerah," sambungnya.

Dia mendukung Rakerda DPD PDIP Papua Barat yang mengeluarkan satu kesimpulan bahwa kantor partai menjadi pusat kegiatan seni Papua. Aria menilai sudah sepatutnya mengalokasikan anggaran untuk pengembangan seni budaya.

"Mari alokasikan anggaran tidak hanya untuk infrastruktur dan ekonomi tapi juga untuk mengembangkan seni budaya di Papua," ujarnya.

Amanat Kongres PDIP

Dia menjelaskan soal kebijakan Partai yang mendorong kepala daerah mulai dari gubernur, wali kota, dan bupati bersama anggota legislatif di semua tingkat mewujudkan anggaran APBD terkait kegiatan seni budaya. Aria menyampaikan kebijakan ini telah diamanatkan di Kongres PDIP di Bali dua tahun lalu.

"Narasi seni bagian tak terpisahkan dalam politik dan jalan kebudayaan yang telah ditegaskan PDIP," ucap Aria Bima.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel