PDIP Jatim gelar psikotes untuk bakal Caleg 2014

MERDEKA.COM, Mulai hari ini, Sabtu (15/12) hingga Minggu (16/12), 700 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD kabupaten/kota se-Jawa Timur, mengikuti psikotes jelang penjaringan bakal calon legislatif di Pemilu 2014 mendatang.

Menurut Wakil Sekertaris DPD PDIP Jawa Timur, Nugroho, psikotes gelombang pertama yang digelar di Hotel Utami, Juanda, Sidoarjo selama dua hari itu, untuk mengukur kemampuan bakal Caleg proyeksi Pileg 2014.

"Psikotes gelombang pertama ini, diikuti bakal caleg dari jajaran pengurus DPD Jatim, anggota fraksi DPRD Jatim dan DPR RI. Sedang bakal caleg unsur lainnya, akan dilakukan pada gelombang berikutnya yang akan kita tentukan kemudian," terang Nugroho, Sabtu (15/12).

Selain untuk mengukur kemampuan secara mental, lanjut dia, psikotes ini juga untuk mengukur prestasi dan kemampuan, kepribadian serta intelegensi bakal calon.

"Psikotes ini diperlukan agar partai tidak salah memilih orang untuk diproyeksikan menjadi anggota dewan. Apalagi, pengalaman masa lalu, penempatan seorang petugas partai sebagai anggota komisi tertentu ada yang kurang tepat, sehingga kinerjanya tidak optimal," katanya lagi.

Nugroho memberi contoh, jika bakal calon yang dipilih itu kapasitasnya di bidang teknik, atau cenderung di bidang pertanian, maka bakal calon tersebut diproyeksikan sesuai bidangnya, "Atau ditempatkan di komisi yang sesuai dengan kemampuan si bakal calon. Nah, kemampuan-kemampuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui psikotes," ungkap Nugroho.

Dijelaskan Nugroho, kalau psikotes kali ini, pihaknya bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). "Dan hasil psikotes nanti, tidak akan dipublikasikan dan akan menjadi rahasia internal partai," elak dia mengakhiri pembicaraan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.