PDIP: Kalau Anies Tak Bisa Hentikan Reuni 212, Minta Tolong TNI-Polri

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana akan menggelar reuni pada 2 Desember 2020 di tengah pandemi Corona COVID-19. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo, meminta agar Gubernur DKI Anies Baswedan bisa tegas dalam rencana tersebut.

Rahmat menyinggung aturan yang dibuat Anies sudah tegas melarang kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan. Maka itu, ia meminta Anies untuk dapat konsisten menerapkan aturan yang dibuat.

Kata dia, jika Pemerintah Provinsi DKI melalui Satpol PP tak mampu cegah kegiatan tersebut, maka bisa melibatkan aparat TNI Polri

"Kalau menurut aturan yang dibuat Gubernur DKI tidak ada ruang untuk reuni yang menghadirkan apapaun kegiatan yang mengundang kerumunan. Tapi, kalau tak berani menghentikan, tinggal minta tolong aja Gubernur kepada TNI-Polri untuk membantu kerja Pak Gubernur," kata Rahmad, Senin 16 November 2020.

Rahmad meminta Anies tegas untuk menerapkan hukum atau aturan yang dibuat. Menurutnya, jangan hanya tajam ke sebagian kalangan saja. Namun, tumpul kepada para pendukungnya.

Ia menyinggung acara kerumunan di markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

"Saya hanya mengingatkan, Pak Gubernur begitu garang mengimbau kepada rakyat kecil akan menindak dan mengancam meberhentikan rakyat yang mengadakan kerumunan. Tapi, malah mendiamkan kayaK beberapa hari lalu. Ribuan umat berkerumunan tanpa protokol kesehatan," jelasnya

Untuk itu, terkait acara reuni 212, Rahmad menyerahkan keputusan kepada Anies. Dia yakin Gubernur DKI akan bijak dalam bertindak dan menegakkan aturan.

"Saya kembalikan kepada yang terhormat Bapak Gubernur soal telah memberlakukan PSBB, boleh tidak mengadakan kerumunan masyarakat ribuan di saat pandemi dan jelas-jelas dilarang oleh aturan yang di buat oleh Gubernur," sebutnya.

Dia meminta agar Anies tak diam dan mengambil sikap dengan tak mengizinkan reuni 212.

"Kita lihat aksi dari saudara Gubernur DKI, apakah diam seribu bahasa dan seolah tidak tau akan ada kegiatan dan mendiamkan kegiatan reuni, kita serahkan yang punya wilayah Jakarta," ujarnya

Reuni 212 kembali disuarakan untuk digelar pada 2 Desember 2020 di Monas, Jakarta Pusat. Ketua PA 212, Slamet Maarif menyampaikan reuni 212 kali ini juga menyesuaikan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq ke Indonesia.

Terkait itu, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional menyarakan agar PA 212 mengirim surat langsung kepada Anies soal rencana reuni akbar 2 Desember 2020. Sebab, hanya Anies yang bisa berikan izin untuk penggunaan Monas. (ren)